Selasa, 5 Mei 2026

Alasan Olivia Saputri Mau Bekerja Jadi Satpam, 'Yang Penting Enggak Lepas Kerudung'

Berawal dari tawaran seorang teman, Olivia Saputri (21), akhirnya meniti karir menjadi seorang perempuan satpam (security).

Tayang:
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Isal Mawardi
Instagram
Olivia Saputri 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berawal dari tawaran seorang teman, Olivia Saputri (21), akhirnya meniti karir menjadi seorang perempuan satpam (security).

Perempuan yang tinggal di sekitar Cikutra ini, bekerja menjadi satpam di sebuah bank di kawasan Kecamatan Sumurbandung, Kota Bandung sejak 1 April 2017.

"Awalnya ditawarin sama temen. Tapi enggak tahu mau jadi security bank, saya tahunya cuma jadi security saja. Enggak tahu ditempatin di mana. Temen yang nawarin itu juga security," katanya kepada Tribun Jabar, di tempatnya bekerja, Selasa (20/3/2018).

Olivia yang sebelumnya memang pernah bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) sejak pindah ke Bandung pada tahun 2015 dari Jakarta Selatan ini akhirnya setuju untuk mengikuti tawaran temannya itu.

Alasannya, dia mengaku tak mau pilih-pilih pekerjaan.

"Pekerjaan apapun aku jalanin. Yang penting ada feedback bagus buat keluarga, buat aku. Aku enggak milih-milih pekerjaan. Selain itu, aku juga harus bantu biaya sekolah ketiga adik-adik aku. Yang paling gede sudah mau masuk kuliah," kata anak pertama dari empat bersaudara ini.

Olivia akhirnya memutuskan untuk mengikuti tes di sebuah vendor jasa keamanan di Bandung.


Namun, sebelum mengikuti tes itu, rupanya, ibunya yang tinggal di Jakarta Selatan sempat kurang setuju mengenai rencananya.

"Mama aku enggak setuju pas Februari 2017 (saat mau dafar). Katanya, 'ngapain jauh-jauh cuma jadi security?'."

"Pas aku bilang kerjanya bisa sambil kuliah baru didukung. Mama bilang gimana yang terbaik saja buat aku. Akhirnya mamah aku malah ngirim seragam (satpam) buat aku," kata Olivia.

Mendapat restu dari ibunya, Olivia pun akhirnya mengikuti pendidikan dasar vendor jasa keamanan itu.

"Di pendidikan dasar itu ada tes fisik. Itu semacam perkenalan kita menjadi satpam. Terus, ada interview juga. Pendidikannya juga cuma sekitar sebulanan. Dari Februari sampai April. Awal April langsung penempatan. Aku kebagian di bank," katanya.

Setelah menjalani karir sebagai seorang satpam, Olivia juga mengakui ada banyak komentar yang didengarnya.

Baca: Selain Bekerja Sebagai Satpam, Olivia Saputri Habiskan Akhir Pekan dengan Kuliah

"Banyak yang komentar juga dari teman-teman. Mereka mengiranya aku bukan satpam di bank. Karena di bank itu kan satpamnya beda, harus bisa melayani nasabah juga. Temen aku juga ada yang bilang sambil bercanda, 'enggak akan ditemenin, ilfeel kamu jadi security'," kata Olivia seraya tertawa.

Tapi, lanjutnya, tak sedikit pula yang memberinya semangat.

Alasan kuat lain Olivia memilih bekerja menjadi satpam adalah, karena dia yakin, pengalaman adalah guru terbaik.

"Aku prinsipnya nyari pengalaman dulu mumpung masih muda. Nanti kan pengalaman itu bisa diceritain ke anak cucu."

"Selain itu, prinsip aku, pekerjaan apapun, yang penting ke depannya bisa lebih maju. Terus, apapun pekerkaannya, jangan sampai aku buka kerudung. Dan, bisa kepakai orang tua, diri aku, dan keluarga," katanya.

Ke depannya, karena Olivia juga masih berkuliah jurusan manajemen kelas karyawan di sebuah kampus di kawasan Jalan Jakarta, Kota Bandung, dia pun ingin berencana mencari pekerjaan baru setelah lulus.

Baca: Olivia Saputri, Security Cantik Asal Bandung, Senyum Ramahnya Bikin Bahagia

"Mau ke perbankan lagi, atau ke perkantoran. Terus mungkin mau daftar-daftar jadi ASN atau daftar-daftar apa saja sesuai jurusan kuliah aku. Karena jadi satpam ini kan kontraknya tiga tahun. Ini baru jalan satu tahun," katanya.

Saat ditemui Tribun Jabar, mengenakan kerudung berwarna biru tua dan seragam khas satpam berwarna putih, Olivia tampak ramah melayani nasabah.

Senyum terlihat tersimpul di wajahnya saat dia berbicara dengan siapapun yang ingin dibantu saat melakukan transaksi.

Tak terlihat raut muka yang menunjukan kelelahan, Olivia tetap terus memasang wajah ramah.

Beberapa nasabah pun terlihat tersenyum balik dan mendengarkan secara baik petunjuk-petunjuk bertransaksi yang diarahkan oleh Olivia.

Mulai dari membukakan pintu, menjawab semua pertanyaan, sampai menuntun langkah-langkah yang harus dilakukan nasabah, dilakukan secara sigap oleh perempuan asal Jakarta Selatan ini.

Penasaran mengenai cerita dan pengalaman lainnya Olivia sebagai perempuan satpam?

Simak terus cerita-ceritanya di tribunjabar.id ya!

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved