Sebelum Awal Pekan Ini, Terakhir Banjir Bandang di Jatihandap Terjadi pada 1982

Elan berharap pemerintah Kota Bandung bisa mengatasi masalah banjir ini agar tidak terulang lagi.

Tribun Jabar/Ery Candra
Ketua RT 04/03, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Elan Taryana (53), saat ditemui Tribun Jabar di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Kamis (22/3/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Warga terdampak banjir bandang luapan Sungai Cipamokolan, Bandung,  pada Selasa (20/3/2018), khawatir akan terjadi banjir susulan saat hujan lagi.

Ketua RT 04/03, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Elan Taryana (53), bercerita bahwa banjir itu merupakan banjir besar yang terjadi lagi setelah puluhan tahun silam.

"Yang paling parah banjir ini. Sesepuh di sini juga bilang tahun 1982 lalu seperti ini," ujar Elan, di Kelurahan Jatihandap, Kamis (22/3/2018) sore.

Elan mengaku sedang berada di masjid di dekat RT 04/03 saat air sungai meluap.


Pascabanjir bandang itu, ia dan beberapa warga langsung membersihkan masjid dan menyelamatkan barang-barang masjid yang terendam.

"Yang parah lima rumah di rukun tetangga (RT) sini," ujar Elan.

Elan berharap pemerintah Kota Bandung bisa mengatasi masalah banjir ini agar tidak terulang lagi.

Baca: Cegah Ponsel Dilempar ke Dalam Lapas Klas I Cirebon, Petugas Jaga Menara Pantau Ditambah

"Ke depannya, mudah-mudahan pemerintahan, bagaimana caranya, bisa mencegah jangan sampai terjadi (banjir) lagi. Jembatan dan bendungan bisa dibentengi atau ditangani," katanya.

Pascabanjir bandang Selasa lalu, ia dan warga lain khawatir karena cuaca tidak menentu apalagi jika hujan di kawasan Bandung utara.

Menurutnya, saat hujan datang dari kawasan Bandung utara, Jatihandap kemungkinan besar banjir. (*)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved