Pemasang Cincin Berujung Bui Ternyata Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Lanjutkan Proses Hukum

"Saya akan ikuti saran dan nasihat dari teman-teman kepolisian. Sampai saat ini proses hukum masih berjalan," ujar Rickie.

ISTIMEWA
Cincin yang dipasang paksa di jari manis Sh oleh DTS. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Keluarga Sh Ratu Shelma (21), korban pemasangan cincin di jari manis oleh Dts (25) hingga berujung nyaris diamputasi belum mencabut laporanya di Polrestabes Bandung. Meksipun, Dts belakangan diketahui anak berkebutuhan khusus.

‎"Prinsipnya kami sekeluarga melihat ini sebagai musibah. Tapi dalam proses hukum ini, saat kami melapor, kami tidak tahu bahwa pelaku memiliki kebutuhan khusus atau memiliki karakter aneh. Yang pasti, pelaku sudah merugikan fisik anak saya," ujar Rickie Ferdinansyah via ponselnya, Kamis (22/3/2018).

Saat ini, kasusnya ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung dan Dts ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan. Pihaknya menghormati langkah hukum yang dilakukan polisi.

Baca: Ada Anggota KPK Ketiban Apes Saat Geledah Rumah Pimpinan DPRD Kota Malang, Ini Ceritanya

"Saya akan ikuti saran dan nasihat dari teman-teman kepolisian. Sampai saat ini proses hukum masih berjalan," ujar Rickie.

Kepala SMPK BPPK Puspa Jati menyebutkan selama ini Dts sejak kecil sudah termasuk anak berkebutuhan khusus. Dts menjalani pendidikan SMP di SMPK BPPK. ‎Rickie mengatakan, keluarga Dts sudah menghubunginya untuk meminta maaf.

Baca: Pohon Tumbang Timpa Bangunan Kecamatan Indihiang, Beruntung 9 Warga di Dalamnya Selamat

"Sudah beberapa kali ketemu, karena saya lagi tugas di lur kota, jadi belum berkesempatan untuk bertemu. Kami sampaikan secara lisan sudah memaafkan sejak awal dan kami sampaikan juga bahwa ini musibah," ujar Rickie.

Rickie mengatakan saat kejadian Ratu Shelma sedang berada di salah satu mall di Jalan Pasir Kaliki kemudian ditemui Dts yang menawarkan diri untuk memasangkan cincin dalam rangka latihan melamar.

Baca: Gajah Mengamuk di Tengah Ritual Keagamaan, Seorang Pawang Tewas, Tubuhnya Dilempar bak Boneka

Namun, cincin yang dipasang justru kecil namun dipaksakan di jari manis Ratu Shelma. Sayangnya, setelah dipasang, cincin sulit dibuka sehingga harus dibuka menggunakan tang.

Orang tua lantas melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Bandung. Penyidik menangkap Dts di mall tersebut dan mengenakan Pasal 351 ayat 2 KUH Pidana tentang penganiayaan dengan luka berat. Delik Pasal 351 KUH Pidana sendiri bukan termasuk delik aduan. Sehingga, meski laporan dicabut, proses hukum bisa saja terus berlangsung.

Baca: Sebelum Tidur, Tempelkan Kain yang Dibasahi Air Bawang di Telapak Kaki, Ini Efek untuk Tubuh

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved