Rabu, 20 Mei 2026

Komunitas POTADS Ingin Buka Harapan Masa Depan Anak Penyandang Down Syndrome

Komunitas yang menamakan diri Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (POTADS) terus berupaya untuk . . .

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Konferensi Pers Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia oleh POTADS Bandung, Kamis (22/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunitas yang menamakan diri Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (POTADS) terus berupaya untuk mendampingi orang tua yang memiliki anak penyandang down syndrome agar anaknya bisa mengeluarkan potensi.

"Kalau orangtuanya nggak siap anaknya enggak diapa-apain, makannya orang tua yang kami support untuk mengoptimalkan anaknya," ujar Ketua POTADS Bandung, Rina Niawati, di sebuah rumah makan, Jalan Progo, Bandung, Kamis (22/3/2018).

Komunitas yang lahir di Jakarta pada 2003 dan hadir di Bandung sejak 2012, itu ingin membuka wawasan orang tua yang memiliki anak down syndrome.

Baca: Lagi, Syahrini Tuai Kecaman Usai Berpose di Holocaust: Bagus yah Tempat Hitler Bunuh-bunuhan

Rina mengatakan, menurut pengalamannya banyak orang tua yang tidak memiliki wawasan mengenai down syndrome, akhirnya menyembunyikan keberadaan anaknya.

"Harapan kami orang tua yang memiliki anak down syndrome tidak berkecil hati, karena mereka bisa memiliki masa depan dan bisa mandiri," ujarnya.

Sejak usia dini, anak down syndrome harus menjalani terapi.


Orang tua harus bergerak cepat, memeriksa kondiai fisik anaknya, agar bisa ditangani sesegera mungkin.

Anak down syndrome memiliki ciri perkembangan yang lebih lambat dari orang pada umumnya, sehingga persiapan untuk perkembangannya harus dilakukan sejak awal.

Anak down syndrome juga bisa masuk sekolah, tetapi harus menggunakan kurikulum berbeda dibandingkan anak lainnya.

"Kalau akademis, mereka memang keteteran, tapi kalau olahraga dan kesenian, mereka bisa lebih baik," ujarnya.

Kegiatan POTADS

POTADS memiliki kegiatan rutin yang dilaksanakan setiao bulan.

Di antaranya adalah mengumpulkan anak down syndrome di sebuah tempat.

"Ada kegiatan sebulan sekali, yaitu anak down syndrome dikumpulkan untuk belajar sambil bermain," ujarnya.

Selaim itu POTADS juga mengadakan kuliah via Whatsapp sebanyak dua bulan sekali.

Pembicara dalam kukiah tersebut merupakan pakar di bidang penanganan anak down syndrome.

Kuliah via Whatsapp diadakan sebagai solusi orang tua yang sibuk karena aktivitasnya tapi membutuhkan edukasi dari pakar.

Sedangkan sharing secara langsung diadakan setiap tiga bulan sekali mengundang seorang ahli sebagai narasumber.

Pada Minggu (25/3/2018), POTADS Bandung akan menggelar Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia di Gedung Sate.

Pada acara tersebut akan ada konsuktasi gratis dan talkshow mengenai down syndrome. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved