Kamis, 30 April 2026

FOTO: Dasyatnya Banjir Bandang di Bandung, Lumpur Dimana-mana

Macet parah terjadi di Jalan AH Nasution, tepatnya sekitar 200 meter menuju Terminal Cicaheum, Rabu (21/3/2018) kemarin siang.

Tayang:
Penulis: Tiah SM | Editor: Isal Mawardi
Tribun Jabar/ Gani Kurniawan
Sejumlah pedagang membersihkan sisa lumpur di depan kiosnya, di Jalan AH Nasution, di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, para pedagang yang menempati sejumlah kios yang terdampak banjir merugi tidak bisa menjalankan usahanya dalam beberapa hari ke depan karena harus bersih-bersih dan menyiapkan modal kembali untuk mengganti perabotan dan barang dagangan yang rusak akibat terendam banjir 

TRIBUNJABAR.ID - Banjir bandang yang melanda kawasan Jatihandap akibat jebolnya tanggul di Sungai Cileuweung dan Sungai Cicabe menyebabkan ratusan rumah penduduk terendam lumpur dan sebagian rusak.

"Ada sembilan titik tanggul yang jebol di Cileuweung dan Sungai Cicabe, satu titik 10 meter,"ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arief Prasetya, Rabu (21/3 /2018).

Arief mengatakan jebolnya tanggul akibat penyempitan sungai dan akibat Sungai Cipamokolan tidak mampu menahan air dari Cileuweung dan Cicabe.

Rumah milik Gemi (54) tampak tembok bagian belakangnya ambrol di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 06 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak.
Rumah milik Gemi (54) tampak tembok bagian belakangnya ambrol di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 06 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak. (Tribun Jabar/ Gani Kurniawan)

"Sungai Cipamokolan tak bisa menahan air dari Sungai Cicabe dan Sungai Cileuweung," ujar Arief.

Menurut Arief, selain air yang terlalu besar juga banyak bangunan menempel di tanggul padahal seharusnya jarak bangunan dan sungai enam meter.

Warga membuang barang-barang yang sudah tidak bisa diselamatkan akibat terendam banjir, di RT 02 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak
Warga membuang barang-barang yang sudah tidak bisa diselamatkan akibat terendam banjir, di RT 02 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak (Tribun Jabar/ Gani Kurniawan)

Untuk mengatasi musibah di Jatihandap untuk sementara membersihkan brangkal di sungai agar air lancar dan membuat tanggul darurat agar air tak masuk ke rumah.

Arief mengatakan panjang tanggul di Kota Bandung 525 kilometer sebagian besar banyak rumah penduduk yang menempel di sungai. "Kami sulit mengontrol tanggul karena terhalang rumah penduduk," ujar Arief. 

Keluarga Tatang Sujana membersihkan sisa lumpur dari dalam rumahnya di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 02 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak.
Keluarga Tatang Sujana membersihkan sisa lumpur dari dalam rumahnya di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 02 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak. (Tribun Jabar/ Gani Kurniawan)

Macet

Macet parah terjadi di Jalan AH Nasution, tepatnya sekitar 200 meter menuju Terminal Cicaheum, Rabu (21/3/2018) siang ini.

Kemacetan terjadi karena adanya petugas yang sedang membersihkan material sisa banjir bandang kemarin sore.

Jalan yang dibersihkan itu sebenarnya hanya sepanjang sekitar 300 meter.

Warga dibantu petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung membersihkan sisa lumpur yang masih menutupi permukaan Jalan AH Nasution, di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Kegiatan bersih-bersih pascabajir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum itu, mengakibatkan arus kendaraan di ruas jalan tersebut terhambat.
Warga dibantu petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung membersihkan sisa lumpur yang masih menutupi permukaan Jalan AH Nasution, di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Kegiatan bersih-bersih pascabajir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum itu, mengakibatkan arus kendaraan di ruas jalan tersebut terhambat. (Tribun Jabar/ Gani Kurniawan)

Namun dampaknya membuat kemacetan parah di dua arah.

Pantauan Tribun Jabar, kemacetan terjadi di dua ruas jalan, baik arah kota maupun menuju Ujungberung.

Kendaraan dari arah kota bahkan tertahan sampai simpang tiga Cicaheum, di mana ada lampu pengatur lalu lintas.

Sedangkan yang dari arah Ujungberung, kemacetan terpantau lebih panjang, sampai sekitar RS Hermina yang jaraknya lebih dari 1 KM.

Sejumlah pedagang membersihkan sisa lumpur di depan kiosnya, di Jalan AH Nasution, di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, para pedagang yang menempati sejumlah kios yang terdampak banjir merugi tidak bisa menjalankan usahanya dalam beberapa hari ke depan karena harus bersih-bersih dan menyiapkan modal kembali untuk mengganti perabotan dan barang dagangan yang rusak akibat terendam banjir
Sejumlah pedagang membersihkan sisa lumpur di depan kiosnya, di Jalan AH Nasution, di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, para pedagang yang menempati sejumlah kios yang terdampak banjir merugi tidak bisa menjalankan usahanya dalam beberapa hari ke depan karena harus bersih-bersih dan menyiapkan modal kembali untuk mengganti perabotan dan barang dagangan yang rusak akibat terendam banjir (Tribun Jabar/ Gani Kurniawan)

Kendaraan yang melewati jalan yang dibersihkan harus melaju pelan, terutama karena hanya satu ruas yang bisa digunakan.

Di ruas tersebut memang masih banyak lumpur.

Tadi pagi, beberapa pengendara terjatuh setelah tak mampu menguasai sepeda motor di jalan yang licin.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih membersihkan ruas jalan tersebut

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved