Banjir di Kota Bandung
Terungkap! Banjir Bandang yang Melanda Jatihandap Disebabkan 9 Titik Tanggul Jebol
Jebolnya tanggul akibat penyempitan sungai dan akibat Sungai Cipamokolan tidak mampu menahan air dari Cileuweung dan Cicabe.
Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banjir bandang yang melanda kawasan Jatihandap akibat jebolnya tanggul di Sungai Cileuweung dan Sungai Cicabe menyebabkan ratusan rumah penduduk terendam lumpur dan sebagian rusak.
"Ada sembilan titik tanggul yang jebol di Cileuweung dan Sungai Cicabe, satu titik 10 meter,"ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arief Prasetya, Rabu (21/3 /2018).
Arief mengatakan jebolnya tanggul akibat penyempitan sungai dan akibat Sungai Cipamokolan tidak mampu menahan air dari Cileuweung dan Cicabe.
Baca: Yaya Sunarya Sebut Kondisi Fisik Pemain Persib Semakin Meningkat
"Sungai Cipamokolan tak bisa menahan air dari Sungai Cicabe dan Sungai Cileuweung," ujar Arief.
Menurut Arief, selain air yang terlalu besar juga banyak bangunan menempel di tanggul padahal seharusnya jarak bangunan dan sungai enam meter.
Hotman Paris Punya Harta Melimpah, Mengapa Lebih Suka Nongkrong di Warung Sederhana? Ini Jawabannya https://t.co/8HNIpHqSZO via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 21, 2018
Untuk mengatasi musibah di Jatihandap untuk sementara membersihkan brangkal di sungai agar air lancar dan membuat tanggul darurat agar air tak masuk ke rumah.
Arief mengatakan panjang tanggul di Kota Bandung 525 kilometer sebagian besar banyak rumah penduduk yang menempel di sungai. "Kami sulit mengontrol tanggul karena terhalang rumah penduduk," ujar Arief. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir_20180321_055820.jpg)