VIDEO: Pengakuan Tersangka Pemasang Cincin pada Wanita Cantik yang Jarinya Nyaris Dipotong

David memaksakan memasang cincin terbuat dari metal tersebut di jari manis tangan kiri Sh hingga cincin tidak bisa dibuka

ISTIMEWA
Cincin yang dipasang paksa di jari manis Sh oleh DTS. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Bandung, David Timotius Tantosa (25) jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap perempuan berinisial Sh (21).

David memasang cincin kawin sebagai latihan melamar di mall di Jalan Pasir Kaliki Bandung, pekan lalu.

Hanya, David memaksakan memasang cincin terbuat dari metal tersebut di jari manis tangan kiri Sh hingga cincin tidak bisa dibuka dan membuat jarinya bengkak.

"Ini yang kesembilan. Cuma yang terkahir kali ini jadi masalah. Waktu itu saya berniat mencoba cincin saja, saya masukin ke jari manis sampai setengah, karena enggak masuk lalu saya paksakan sampai ke ujung dalam jari manis," ujar Dts di Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa Kota Bandung, Senin (19/3).

David mengatakan, pengalaman memasang cincin pada perempuan pengunjung mall sebelumnya tidak berujung dengan kasus hukum karena cincin yang ia kenakan pas. Ia dijerat Pasal 351 ayat 1 KUH Pidana atau penganiayaan yang membuat luka.

"Sebelum-sebelumnya lancar-lancar saja, tidak jadi kasus seperti ini," kata David.

Dalam menjalankan aksinya, David memilih perempuan pengunjung mall. Ia berdalih pada perempuannya ingin mencoba cincin kawin untuk latihan melamar pacarnya.


"Saya pilih perempuan yang cantik, saya bilang saya mau latihan melamar pacar saya, maukah kamu menerima ‎cincin ini," ujar David menirukan apa yang ia katakan pada korbannya.

Ia melakukannya untuk iseng, apalagi ia mengaku menggeluti dunia teater. "Untuk uji peran saja," kata David.

Baca: Bayi 1 Tahun di Karawang Koma Diduga Dianiaya Pacar Sang Ibu, Dadanya Sempat Digigit

Saat kejadian, David tidak lantas meninggalkan mall tersebut. Akibat perbuatannya memasang cincin dengan paksa ke jari manis Sh yang lebih besar dari cincinnya, Sh nyaris diamputasi. Cincin yang dikenakan David susah dibuka. Sh lantas pergi ke dua rumah sakit namun pihak rumah sakit tidak sanggup membuka cincin di jari manisnya.

Lantas ia pergi ke RS Hasan Sadikin Bandung. Di sana, cincin di jari manisnya dibuka mengunakan tang pemotong baja.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved