Rujak asal Kuningan Ini Dinamai Rujak Bokin, Rasanya Wow dan Nama Bokin Itu Asal-usulnya Seperti Ini
Tak hanya pedas, sajian campuran bumbu rujak juga dapat menghasilkan aroma yang sangat khas.
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Rujak sudah pasti tidak asing di teling masyarakat Indonesia.
Rujak juga tak hanya identik dengan buah-buahan, tapi beberapa menu rujak juga ada yang dicampur sayuran.
Rasa pedas yang terkandung dalam rujak, membuat mereka yang doyan pedas selalu kangen akan rujak.
Baca: Pada Laga Uji Coba Melawan Arema, Mario Gomez Merotasi Semua Pemain, Ini Alasannya
Tak hanya pedas, sajian campuran bumbu rujak juga dapat menghasilkan aroma yang sangat khas.
Satu sajian ruka di antaranya adalah Rujak Bokin di Blok Desa, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.
Istri Kedua Opick Meninggal Dunia, Inilah Potret Wulan Mayangsari Semasa Hidupnya https://t.co/rkCoZ71CQu via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 19, 2018
Rujak yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu kian banyak diminati oleh banyak pengunjung hingga dari luar Kuningan.
Nama Bokin merupakan singkatan dari nama pemilik rujak yaitu Boja (75) dan Kinoh (66).
Kedua pasutri tersebut sudah membuat usaha rujak tersebut sejak puluhan tahun lalu.
Rujak Bokin ini di daerahnya disebut Uleg. Rujak terdiri dari campuran bumbu rujak dan buah yang begitu komplet.
"Kalau saya ada turunan juga dari saudara dulu yang merupakan penjual rujak. Saya bisa membuat rujak juga sejak tahun 1964 sewaktu masih kelas 4 SD," ujar Kinoh saat ditemui Minggu (18/3/2018) sore.
Rujak Bokin dibuat dari beberapa bumbu rujak di antaranya asam, gula, cabai, garam, dan terasi.
Semua bumbu diulek sangat halus. Setelah halus, buah-buahan yang sudah diiris akan dimasukkan ke dalam bumbu.