Berikut Masalah Pendengaran yang Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Menurut Dokter THT RSHS Ini
Sally Mahdiani, dokter THT RSHS sekaligus panitia acara, mengatakan animo masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan pendengaran cukup bagus.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selain menggelar kampanye pentingnya kesehatan pendengaran, acara World Hearing Day di Car Free Day Dago, Bandung, Minggu (18/3/2018) juga diisi pemeriksaan kesehatan gratis.
Sally Mahdiani, dokter THT Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) sekaligus panitia acara, mengatakan animo masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan pendengaran cukup bagus.
Hal itu terbukti dari banyaknya masyarakat mengantre untuk mengonsultasikan kesehatan pendengarannya.
"Tadi banyak keluhan mengenai kotoran telinga dan penurunan pendengaran," ujar Sally.
Baca: Dulu Jadi Idola Saat di Film Laskar Pelangi, Sempat Hilang, Begini Kabar Terbaru Sang Aktor
Sally mengatakan, pada usia sepuh sekira 60 tahun hingga 65 tahun, biasanya kemampuan pendengaran akan menurun.
Tidak hanya orang tua, banyak juga anak kecil mengonsultasikan kesehatan pendengarannya.
"Tadi sih anak-anak rata-rata masalahnya kotoran telinga, infeksi telinga, gara-gara sering pilek mungkin, biasanya infeksi saluran pernapasan atas," ujarnya.
Ingat Oknum Brimob yang Tembak Ajudan Prabowo? Kini Nasibnya Memilukan https://t.co/1b9FZsNeFb viaa @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 18, 2018
Sally Mahdiani juga mengatakan, ada lima faktor yang dapat menurunkan kemampuan pendengaran.
Kelimanya adalah, faktor kotoran telinga, faktor infeksi telinga, faktor bising (dari lingkungan kerja atau penggunaan earphone), faktor bawaan lahir karena infeksi saat ibu hamil, faktor tuli karena usia tua.
Meski pemeriksaan tidak menyeluruh seperti di rumah sakit, para dokter memberi solusi bagi permasalahan pendengaran masyarakat yang berkonsultasi.
"Solusi secara langsung melalui pemeriksaan kesehatan telinga, kalau ada kotoran kami bersihkan. Kalau infeksi, kami berikan resep. Secara enggak langsung kami juga memberi penyuluhan," ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB.
WHO menetapkan World Hearing Day diperingati setiap tanggal 3 Maret.
Peringatan ini pertama kali diadakan pada 3 Maret 2007. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemeriksaan-kesehatan-pendengaran-gratis-dalam-rangka-world-hearing-day_20180318_141402.jpg)