Sempat Tenar saat Orde Baru, Angklung Bungko Khas Cirebon Perlahan Redup
Angklung tersebut biasa dimainkan untuk mengiringi Tarian Angklung Bungko untuk ditampilkan di berbagai acara adat di Cirebon.
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Isal Mawardi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Alat musik khas Cirebon, Angklung Bungko sangat populer saat zaman kemimpinan Presiden Soeharto.
Angklung tersebut biasa dimainkan untuk mengiringi Tarian Angklung Bungko untuk ditampilkan di berbagai acara adat di Cirebon.
Tak hanya ditampilkan pada setiap acara adat di Cirebon saja, Angklung Bungko juga sudah beberapa kali ditampilkan di luar kota. Bahkan, Angklung Bungko pernah ditampilkan pada pameran di Jakarta.
"Saya masih ingat saat itu masa kepemimpinan Presiden Soeharto," ujar Adina (60), keturunan pembuat Angklung Bungko saat ditemui di rumahnya, Kamis (15/3/2018).
Tak hanya itu, meski telah ada pada zaman Kerajaan Hindu Budha, Angklung Bungko menjadi alat musik yang digunakan untuk penyebaran agama Islam oleh Buyut Bungko.
Baca: Angklung Bungko, Hanya Ada Satu di Cirebon, Tak Sembarang Orang Bisa Memegangnya
Walaupun tradisi Angklung Bungko tersebut diturunkan dari generasi ke generasi, Pemerintah Desa Bungko merasa belum mendapat perhatian dari Pemkab Cirebon.
Pasalnya, Angklung Bungko jarang diikutsertakan dalam acara-acara di Kabupaten Cirebon.
"Saya bingung sendiri, acara adat di Kabupaten Cirebon jarang ditampilkan. Paling rutin hanya di Kecamatan Kapetakan karena kesenian angklung hanya ada di sini," ujar Kepala Desa Bungko, Moch Carkim, saat ditemui di Kantor Kepala Desa Bungko, Kamis (15/3/2018).
Pasalnya, angklung tersebut malah terkadang lebih sering diundang dari luar Kabupaten Cirebon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/angklung-bungko_20180315_171907.jpg)