Mengintip Satu-satunya Tempat Ibadah Umat Hindu di Cirebon
Pura Agung Jati Pramana, merupakan satu-satunya tempat ibadah umat Hindu di Wilayah III Cirebon.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Isal Mawardi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pura Agung Jati Pramana, merupakan satu-satunya tempat ibadah umat Hindu di Wilayah III Cirebon.
Pura yang berada di Jl Bali, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, itu dibangun pada 1994.
"Dibangun bertahap dari swadaya umat Hindu," kata Made Supratini (44), Penyuluh Agama Hindu Kota Cirebon, saat ditemui di Pura Agung Jati Pramana, Kamis (15/3/2018).
Ia mengatakan, sebelum pura itu dibangun, setiap bulannya umat Hindu menggelar sembayang di rumah-rumah warga.
Sedikitnya ada 200 orang umat Hindu di Wilayah III Cirebon. Mereka selalu berpindah-pindah tempat dalam melaksanakan sembayang bulanan.
"Setelah pura ini dibangun akhirnya umat Hindu sembayang bulanan di sini," ujar Made Supratini.
Kompleks Pura Agung Jati Pramana dikelilingi oleh tembok berwarna hitam. Terdapat sebuah menara setinggi kira-kira 10 meter di bagian depan. Di dalamnya terdapat dua area yang memiliki fungsi berbeda.
Area pertama digunakan untuk kegiatan sosial dan area kedua khusus untuk tempat sembayang umat Hindu.
Untuk memasuki area sembayang kita akan melewati sebuah gapura setinggi kira-kira 5 meter. Di dalamnya terdapat sebuah candi kecil yang digunakan untuk memuja roh leluhur yang telah disucikan.
Candi itu tingginya kira-kira 3 meter dan terletak persis di tengah-tengah. Selain itu, terdapat Padmasana yang digunakan untuk memuja para Dewa.
Baca: Begini Persiapan Hari Raya Nyepi di Pura Agung Jati Pramana Cirebon, Sesaji Sudah Disiapkan
Suasana Pura Agung Jati Pramana tampak seperti Bali. Bahkan, pura itu kerap disebut sebagai Balinya Cirebon.
"Banyak yang sering berkunjung ke sini. Tadi juga ada rombongan siswa-siswi SMP," kata Made Supratini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pura_20180315_165026.jpg)