Angklung Bungko, Hanya Ada Satu di Cirebon, Tak Sembarang Orang Bisa Memegangnya
Orang yang pertama memegang angklung tersebut adalah Kartino. Saat ini, Angklung bungko asli dipegang oleh Adina.
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Angklung Bungko adalah angklung khas dari Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Angklung ini telah ada sejak kerajaan Hindu Budha.
Angklung ini pun hanya ada satu di Desa Bungko. Angklungnya terbuat dari bambu dan tampak berwarna hitam pekat.
Angklung bungko dibuat oleh orang yang memiliki hubungan darah dengan Buyut Bungko.
Baca: Kabar Duka, Wulan Guritno Kehilangan Sosok Istimewa, Ucapan Belasungkawa Banjiri Instagramnya
Orang yang pertama memegang angklung tersebut adalah Kartino. Saat ini, Angklung bungko asli dipegang oleh Adina.
Angklung asli bungko disimpan di kediaman Adina, di Blok 2 RT 001/002 Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.
Mampukah Persib Bersaing di Papan Atas Liga 1 dengan Materi Pemain Saat Ini? https://t.co/9SCEiPGtk8 #TribunJabar pic.twitter.com/aRhTlSDbh2
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 14, 2018
Angklung tersebut disimpan rapi dan ditutupi oleh penutup berupa kain.
Menurut Adina, angklung tersebut hanya bisa dipegang oleh keturunannya.
"Ya, angklung ini hanya dipegang oleh keturunannya saja. Kalau tidak dipegang oleh keturunannya sedikit sulit," ujar Adina (60) saat ditemui di rumahnya, Kamis (15/3/2018).
Angklung tersebut biasa digunakan untuk acara-acara adat dan beberapa peringatan hari besar.
Selain untuk acara besar, angklung ini dulunya biasa digunakan untuk penyebaran agama Islam.
Maia Estianty Gerak Cepat Setelah Marion Jola Terdepak, Tak Disangka Reaksi Al Ghazali Malah Begini https://t.co/J6JfhWHWdI via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 14, 2018
Angklung bungko juga rutin dipakai untuk kegiatan adat di Desa Bungko. Di antaranya munjung buyut dan sedekah bumi.
"Angklung Bungko sering diundang di acara Keraton Kasepuhan," ujar Kepala Desa Bungko, Moch Carkim, saat ditemui di kantor Kepala Desa Bungko, Kamis (15/3/2018).
Kesenian Angklung Bungko tersebut masih diturunkan ke setiap generasi penduduk Desa Bungko.
"Dari generasi tuda hingga generasi muda ada yang meneruskannya," kata Ketua Angklung Bungko, Jaso.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/angklung_20180315_151651.jpg)