Teori-teori Kontroversial Stephen Hawking, dari Tuhan Tak Ciptakan Bumi sampai Kontak dengan Alien

Mahluk luar angkasa mungkin jauh lebih maju dari kita. Sejarah mencatat, pertemuan antara ras yang lebih maju dengan orang-orang yang lebih primitif

Penulis: Ravianto | Editor: Ravianto
quartz
Stephen Hawking 

TRIBUNJABAR.ID, CAMBRIDGE - ASTROFISIKAWAN Stephen Hawking membuat kontroversi. Ada keyakinannya soal keberadaan alien, juga peringatan bahwa manusia harus meninggalkan Bumi jika tak mau musnah.

Penemu teori 'Lubang Hitam' (Black Hole) ini mengeluarkan banyak pernyataan yang menggegerkan dunia. 

Dalam bukunya, 'The Grand Design', Hawking mengatakan, Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta.

Buku ini ditulis bersama ahli fisika AS Leonard Mlodinow. Dalam buku itu, Hawking menyatakan sebuah teori yang menyatakan jika ada pencipta dari alam semesta ini adalah sesuatu yang mubazir.

Kata dia, karena ada hukum alam, seperti gravitasi, alam semesta bisa mencipta dirinya sendiri.

Dan bahwa proses terciptanya alam semesta menurut teori 'Big Bang' (Dentuman Besar) adalah hasil yang tak terelakkan dari proses fisika.

Sungguh sebuah teori yang bisa membuat para pemeluk agama meradang.

Seperti dimuat Telegraph, 3 September 2010, masih banyak pernyataan Hawking yang jadi kontroversi, atau sebaliknya, jadi inspirasi.

Baca: Melawat ke Makam Keramat Kebagusan Cirebon, Wisata Religi Penyebaran Islam pada Abad ke-12

Baca: PDIP Laporkan Akun Instagram yang Plesetkan Nama Hasanah

Baca: Sopir Mengantuk dan Kelelahan, Truk Ini Jatuh dari Tol Palikanci ke Pinggir Jalan Desa

Selain soal Ketuhanan, Hawking juga mengatakan hal lain. Ia mengatakan bahwa lubang hitam di alam semesta itu tidak ada.

Gagasan fisikawan dari Cambridge University itu ditulis dalam makalah berjudul "Information Preservation and Weather Forecasting for Black Holes".

Makalah masuk ke server publikasi ilmiah arXiv pada 22 Januari 2014 lalu dan hingga kini belum di-peer review, belum resmi dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Dalam makalah itu, Hawking menyatakan bahwa event horizon, bisa dikatakan sebagai batas lubang hitam, tidak ada.

"Absennya event horizon berarti tidak ada lubang hitam," demikian Hawking menyatakan dalam makalahnya, seperti dikutip Cambridge News, Senin (27/1/2014).

Event horizon selama ini dipercaya sebagai titik di mana apa pun tak dapat balik, termasuk cahaya. Lubang hitam akan "memakan" apa pun yang ada di sekitarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved