BPBD Kabupaten Bandung: Bencana Tahun Ini Lebih Parah dari Tahun Sebelumnya

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai. . .

BPBD Kabupaten Bandung: Bencana Tahun Ini Lebih Parah dari Tahun Sebelumnya
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Banjir di Baleendah, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan status bencana alam banjir dan longsor, dari siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana terhitung, mulai besok (hari ini) Kamis 15-21 Maret nanti.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara, mengatakan, peningkatan status menjadi tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi penanganan bencana termasuk berdasarkan informasi dari BMKG, yang menyatakan curah hujan di wilayah Kabupaten Bandung masih tinggi sampai akhir Maret nanti.

"Dan intensitasnya baru mulai berkurang pada awal April nanti, sehingga kami tingkatkan status menjadi tanggap darurat bencana," ujar Akhmad Djohara saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (14/3/2018).

Selain itu peningkatan status ini juga diakibatkan masih banyaknya warga yang menjadi korban bencana hingga mencapai 113.000 jiwa.

Selain itu, terdapat 2.225 warga yang masih mengungsi di 22 titik pengungsian yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

"Saat ini para pengungsi membutuhkan makanan siap saji, karena dengan kondisi seperti ini tidak mungkin para pengungsi masak di tempat pengungsian," katanya.

Diakui Adjo, bencana alam tahun ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya tahun ini ada 18 kecamatan yang terdampak, dari biasanya hanya lima kecamatan.

Daerah-daerah yang selama ini tidak terkena banjir ternyata tahun ini, tergenang banjir, seperti Kecamatan Ibun dan Paseh.

"Kondisi di Ibun sudah terkena longsor di lima titik. Belum lagi dengan air kiriman dari wilayah atas Ibun, sehingga Kecamatan Majalaya juga terkena dampaknya. Bencana longsor yang sejak awal tahun sudah mencapai 21 kejadian," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, meski sebagian kecamatan seperti Majalaya dan Rancaekek banjir sudah mulai surut, namun dengan intensitas hujan yang masih tinggi seperti saat ini, kemungkinan banjir masih bisa terjadi.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved