Ternyata Hujan Deras Tadi Malam yang Bikin Banjir Sejumlah Wilayah di Bandung Itu Akibat Ini

banjir itu melanda sejumlah wilayah seperti di sekitar kawasan Bandung bagian timur Gedebage, kawasan Antapani, Kiaracondong, dan Kawasan Ciwastra.

Ternyata Hujan Deras Tadi Malam yang Bikin Banjir Sejumlah Wilayah di Bandung Itu Akibat Ini
Tribun Jabar/Ery Chandra
Seorang warga melihat suasana kemacetan di Jalan Raya Bojongsoang, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis (8/3/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Bandung Raya pada Kamis (8/3/2018) malam.

Informasi yang dihimpun Tribun Jabar, banjir itu melanda sejumlah wilayah seperti di sekitar kawasan Bandung bagian timur Gedebage, kawasan Antapani, Kiaracondong, dan Kawasan Ciwastra.

Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat Muhamad Iid Mujtahiddin, menjelaskan, hujan itu disebabkan oleh tiga faktor

Baca: Persib Bandung Terkini, Tiga Pemain Sakit, Seorang Cedera, Dua Berlatih Terpisah

"Faktor lokal, faktor regional, dan faktor global," ujarnya melalui pesan instan, Jumat (9/3/2018) pagi.

Faktor lokal, ujarnya, berdasarkan pantauan citra satelit terdapat pembentukan awan cumulonimbus di sekitar wilayah Kabupaten Bandung Bagian timur dan sekitarnya pada pukul 14.00.

Pembentukan awan itu mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang kemudian mulai hujan kembali pada sore menjelang malam hari dengan intensitas lebat hingga sangat lebat sekitar pukul 16.00.


Faktor regional, lanjutnya, adanya pumpunan angin yang melewati Jawa Barat bagian tengah, serta belokan angin (shearline) terutama di wilayah Bandung bagian timur.

Lalu, faktor global, ujar Muhamad Iid, karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan-awan potensial hujan.


"Berdasarkan pelaporan data pengamatan permukaan di Stasiun Geofisika Bandung, suhu maksimum pada 8 Maret 2018 yang tercatat paling tinggi 29,2 derajat celsius sekitar pukul 14.00, dengan kelembapan relatif paling rendah di siang hari sekitar 58 persen pada saat awal pembentukan awan cumulonimbus di siang hari sekitar pukul 14.00. Arah angin pada pukul 14.00 dan 16.00 dari arah barat," kata Muhamad Iid.

"Dari pantauan citra radar terdeteksi adanya pembentukan awan konvektif yang berpotensi pembentukan awan cumulonimbus dengan kategori hujan lebat dan ketinggian puncak awan bisa mencapai 11 kilometer pada pukul 13.48 dan 16.04," ujarnya.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved