Persib Bandung
5 Kekecewaan Mendalam Mario Gomez Terhadap Sepakbola Indonesia
Setidaknya, Mario Gomez sudah lima kali dibuat kecewa. Berikut sejumlah kekecawaan Mario Gomez.
Penulis: Yudha Maulana | Editor: Yudha Maulana
TRIBUNJABAR.ID - Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez, memberikan angin segar bagi bobotoh.
Pasalnya, pelatih asal Argentina itu diyakini mampu mengangkat kembali prestasi Persib yang tenggelam di Liga 1 2017.
Walau mengusung misi 'Golden Era' dengan mendatangkan pemain jempolan berupa Michael Essien dan Carlton Cole, nyatanya Maung Bandung hanya mampu finis di posisi 13 dengan torehan 41 poin.
Jelas, kedatangan Mario Gomez menumbuhkan segar. Sebab, pelatih berusia 60 tahun itu sarat dengan prestasi dan bertangan dingin.
Buktinya, Mario Gomez tercatat sebagai pelatih yang sangat sukses ketika masih menangani Johor Darul Takzim (JDT)
Namun, baru tiga bulan memegang kendali juru taktik di Bandung. Mario Gomez dibuat meradang di Indonesia.
Setidaknya, Mario Gomez sudah lima kali dibuat kecewa. Berikut sejumlah kekecawaan Mario Gomez.
1. Match Fee yang Belum Dibayar
Mario Gomez, mempertanyakan uang yang didapatkan dari hasil laga uji coba di luar kota selama ini.
Menurutnya, sebagai tim besar sudah selayaknya Skuat Persib yang diasuhnya mendapatkan bayaran yang layak.
"Saya berbicara kepada para pemain. Persib adalah tim besar. Tak hanya tim besar, juga pemainnya. Ketika kamu diundang untuk bermain di sebuah tempat, mereka harus membayar ke Persib," ujar Mario Gomez di Lapangan Pajajaran, Senin (26/2/2018).
Lalu ia mencontohkan bagaimana Inter Milan jika ingin bermain di Indonesia.
Baca: Murid yang Pukul Gurunya hingga Tewas di SMAN 1 Torjun Divonis 6 Tahun Penjara
Baca: Jadwal Pertandingan dan Prediksi PSG vs Real Madrid Liga Champions 2018 - Laga Hidup Mati Cavani Cs
Tentu saja, kata Mario Gomez ada uang yang harus dibayar karena Inter merupakan tim besar.
"Ini soal uang, Persib tim besar. Ketika Inter datang ke sini, persib harus membayar," kata Mario Gomez.
Lalu jika ada pihak yang ingin mendatangkan Persib, maka wajib harus membayarnya.
Sebab pihak yang mengundang akan mendapatkan keuntungan dari tiket.
"Bayaran tersebut sangat penting bagi pemain karena stadion penuh oleh fans dan Bobotoh. tapi nyatanya uang itu bukan untuk pemain atau bukan untuk klub," ujarnya.
2. Manajemen Tak Datangkan Juru Gedor yang Dibutuhkan
Baru-baru ini, Mario Gomez membuat sindiran melalui akun Insta Story-nya.
"When I ask for a striker and they bring me a midfielder," tulis Mario Gomez.
Sontak pernyataan itu menjadi tanda tanya besar.
Sebab, disisi lain Mario Gomez sendiri tengah diisukan dengan dua striker asing asal Argentina, Jonathan Bauman dam Jorge Pereyra Diaz.
Namun hingga hari ini, striker baru yang diinginkanan mantan pelatih JDT itu tak kunjung datang.
Baca: Mario Gomez Ubah Posisi Sejumlah Pemain Persib, Ini Nama-nama Pemain yang Posisinya Diubah
Saat ini, Mario Gomez sudah memiliki tiga orang striker dalam diri Ezechiel N Douassel, Airlangga Sutjipto, dan Muchlis Hadi.
Kuota asing pun sejauh ini sudah terpenuhi dengan hadirnya Bojan Malisic, Oh In Kyun, Ezechiel N Douassel, dan Michael Essien.
3. Fasilitas Latihan yang Tidak Memadai
Sebelum menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Mario Gomez sempat mengeluhkan masalah lapangan.
Berpindah-pindahnya tempat latihan Persib Bandung dikeluhkan oleh Mario Gomez. Sebab, hal itu membuat permainan timnya tidak berkembang.
"Kita sudah mencoba ya latihan selama beberapa bulan. Kita sudah latihan di sini ya. Untuk perkembangan pemain kita agak susah ya karena pindah-pindah," ujar Mario Gomez di Lapangan Lodaya, Selasa (13/2/2018).
Maung Bandung sendiri sudah tiga kali melaksanakan pemusatan latihan (tc) karena satu diantaranya alasan lapangan yang kurang memadai.
Yogyakarta, Batam, dan terakhir di Jepara membuat Persib harus rela jauh-jauh keluar dari Bandung hanya untuk berlatih.
Persib pun sempat menggunakan lapangan berumput sintetis di Lapangan Lodaya, namun hal itu dikhawatirkan membuat para pemain berisiko lebih besar terkena cedera.
4. Marah Kepada Pengundang Laga Uji Coba
Mario Gomez, marah terhadap pihak yang mengundangnya ke Tasikmalaya untuk melakukan pertandingan uji coba beberapa waktu lalu.
"Saya sangat marah kepada tim itu (Priangan Selection), kepada pemerintah di sana (Tasikmalaya), karena tidak ada yang mau bicara mengenai kontrak, ketika kita pergi ke suatu tempat, kita harus membicarakan kontrak, seperti bonus dan yang lainnya," kata Mario Gomez dengan nada kesal saat ditemui di GOR Pajajaran, Senin (5/3/2018).
Namun ia menegaskan bahwa kemarahan yang ditunjukannya bukan kepada bobotoh.
5. Molornya Jadwal Liga
Mundurnya perhelatan Liga 1 yang semula dijadwalkan 10 Maret menjadi 24 Maret sangat disesali Mario Gomez.
Gomez menilai, tak hanya Persib Bandung, banyak pihak klub banyak dirugikan atas kemoloran Liga 1.
Baca: Sudah 8 Tahun jadi Keluarga Bakrie, Nia Ramadhani Ungkap Perlakuan Mertua Kepadanya
"Kita berlatih setiap hari untuk persiapan liga yang akan dimulai tanggal 10, sekarang diundur jadi tanggal 24, ini tidak baik bagi persiapan tim. Kita terus berlatih setiap hari tanpa kepastian kapan liga akan dimulai, kapan kompetisi akan bergulir. Yang rugi bukan hanya Persib, tapi semua tim," ujar Mario Gomez.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/5-kekecewaan-pelatih-persib-bandung-roberto-carlos-mario-gomez_20180306_235242.jpg)