Ratusan Rumah di Kamasan Banjaran Terendam Banjir, Jalan Raya Soreang-Banjaran Pun Lumpuh

Kalau sekarang banjirnya parah pisan, karena dari Pangalengannya hujan terus enggak henti-henti.

Ratusan Rumah di Kamasan Banjaran Terendam Banjir, Jalan Raya Soreang-Banjaran Pun Lumpuh
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Air masih menggenangi ruas jalan di RW 03 Kampung Kamasan, Desa/Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Senin (5/3/2018) pagi. Banjir ini akibat meluapnya Sungai Cisangkuy. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BANJARAN - Ratusan rumah di RW 03 Kampung/Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung terendam banjir, Senin (5/3/2018) pagi. Curah hujan yang tinggi di kawasan Pangelengan membuat Sungai Cisangkuy anak Sungai Citarum meluap hingga ke pemukiman warga. Daerah Kamasan dialiri Sungai Cisangkuy.

Ketua RT 03 Deni MS di kediamanya mengatakan, banjir sudah terjadi sejak Minggu (4/3/2018) siang, namun sempat surut. Senin pagi sekitar pukul 05.00 Sungai Cisangkuy kembali meluap dan merendam ratusan rumah.

"Kalau kemarin enggak terlalu tinggi, banjirnya biasa aja Minggu siang juga udah surut. Kalau sekarang banjirnya parah pisan, karena dari Pangalengannya hujan terus enggak henti-henti. Jadi kalau Pangalengan hujan terus-terusan, airnya pasti ke bawa ke sini," tuturnya.

Baca: Aries Supriatna Janjikan Honor Ketua RW di Bandung Naik Jadi Rp 2 Juta

Deni menuturkan Kampung Kamasan terdiri dari satu RW yakni RW 03, dan terdiri dari lima RT yakni RT 1, 2, 3, 4, dan 5. Di RW 03 sendiri terdapat sekitar 400 kepala keluarga, dan yang terdampak mencapai 200 kepala keluarga saja. Ketinggian banjir di pemukiman warga mencapai 1-2 meter.

"Yang terendam parah RT 1, 2, 3 saja. RT 04 hanya sebagian saja, kalau RT 05 aman tidak ada yang kena banjir," katanya.


Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga merendam Jalan Raya Banjaran-Soreang hingga 1 meteran. Sehingga akses jalan mati total, jalan hanya bisa dilalui oleh delman dan perahu karet dari Badan Penanggunlangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung saja.


"Banyak yang ngungsi ke rumah-rumah saudaranya. Kalau posko di sini belum ada, karena banjir tak pernah lama paling sehari juga surut. Karena airnya tidak diam, airnya maju terus (mengalir)," ujarnya.

Akibat banjir tersebut puluhan mobil dari dua arah baik Soreang maupun Banjaran, terpaksa berhenti karena tertahan banjir dan tidak bisa melewati banjir. Puluhan mobil dari dua arah ini terpaksa menunggu selama berjam-jam sampai air surut. 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved