Women's March Bandung Angkat Isu Ketidakadilan Berbasis Gender

Dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret, berbagai komunitas Bandung menggelar aksi Women's March.

Women's March Bandung Angkat Isu Ketidakadilan Berbasis Gender
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ratusan perempuan dari berbagai kalangan bersama sejumlah aktivis melakulan parade bertajuk Women's March Bandung 2018, berjalan dari Car Free Day (CFD) Dago menuju Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (4/3/2018). Parade dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional itu mengajukan tuntutan kepada pemerintah yaitu tolak RUKHUP, hentikan perkawinan anak, akses perlindungan dan pemulihan bagi korban kejahatan seksual, perlindungan sosial dan upah yang layak dan setara bagi buruh perempuan, berikan cuti haid untuk para perempuan, dan perlindungan sosial bagi buruh migran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret, berbagai komunitas Bandung menggelar aksi Women's March.

Tema yang diangkat di Parade Perempuan ini adalah "Ketidak Adilan Berbasis Gender".

Panita Women's March Bandung, Bunga, mengatakan, kegiatan Women's March diadakan bukan sebagai sebuah perayaan atas perjuangan perempuan.

Baca: Accacia Youth String Orchestra Persiapkan Konser Untuk Anak-anak Selama Empat Bulan

"Tujuan kami mengadakan Women's March untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta empati masyarakat, mengenai pentingnya perlawanan atas ketidak adilan berbasis gender," ujar Bunga, saat ditemui Tribun Jabar di Car Free Day Dago, Minggu (4/3/2018).

Women's March 2018 mengangkat lima isu besar yang sedang terjadi di Indonesia, diantaranya yaitu :

1. Perkawinan Anak

Saat ini, Indonesia masuk ke dalam peringkat kedua sebagai negara tingkat perkawinan tertinggi se Asia Tenggara.

Dua pertiga dari perkawinan anak berakhir dengan perceraian. Kasus praktek perkawinan anak telah menutup hampir akses perempuan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga rasa aman praktek perkawinan.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved