Bila Tak Efektif Tangani Banjir Pagarsih, Pemkot Akan Anggarkan Pembangunan Tol Air Tahap II

Perubahan fungsi lahan menyebabkan fungsi daerah tadah hujan tidak berjalan sehingga aliran air dari hulu lebih cepat ke daerah di bawahnya.

Bila Tak Efektif Tangani Banjir Pagarsih, Pemkot Akan Anggarkan Pembangunan Tol Air Tahap II
Tribun Jabar/Cipta Permana
Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin memberikan penjelasan terkait beberapa hal mengenai Kota Bandung, dalam acara Bandung Menjawab di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Selasa (27/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingginya curah hujan yang menerjang sebagian besar wilayah Kota Bandung, berdampak sejumlah titik dilanda banjir karena besarnya debit air, salah satu yang terparah adalah wilayah Pagarsih, Kecamatan Cibadak pada Kamis (22/2/2018) lalu.

Atas dasar tersebut, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin mengatakan, tahun ini pihaknya akan melakukan evaluasi terkait keberadaan tol air di kawasan Pagarsih. Jika dinilai kurang efektif, maka akan melanjutkan pembangunan tol air tahap kedua dengan ukuran yang lebih besar.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung telah membuat tol air sepanjang 140 meter dengan menghabiskan anggaran Rp. 11 miliar di tahap pertama, jumlah tersebut belum sepenuhnya terealisasi, disebabkan perencanaan tol air di Pagarsih tersebut direncanakan memiliki total panjang 260 meter.

Baca: Pelatih Bhayangkara FC Bicara Soal Michael Essien, Apa Katanya ya?

"Kita akan evaluasi dulu apakah efektif atau enggak pembangunan tol air kemarin itu. Kalau masih kurang efektif maka kita anggarkan lagi tahun depan (2019) untuk pembangunan tahap kedua, karena prinsipnya jangan membangun terlalu panjang tapi justru tidak efektif," ujarnya kepada wartawan dalam acara Bandung Menjawab di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem kaum, Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

Ia pun menyebutkan bahwa seiring dengan adanya tol air yang di bangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Bandung sebelumnya, telah berjalan baik sebagai solusi dari penanganan banjir di kawasan Pagarsih, hal tersebut didasari oleh hanya beberapa permukiman warga yang terdampak parah dari banjir tersebut, dan juga waktu surut air relatif lebih cepat dari sebelum adanya tol air.

Selain mengupayakan program penanganan banjir tersebut, Solihin pun mengingatkan kepada warga Bandung untuk tidak membuang limbah ke sungai. Untuk itu pemberian edukasi ke masyarakat harus terus menerus dilakukan.

Baca: Komplotan Penyebar Hoaks MCA Mirip Grup Saracen, Apa Bedanya?

"Jangan sampai warga kota ini membuang limbah ke sungai. Itu yang harus terus diedukasi terus menerus. Dan alhamdulillah kita dibantu oleh aparat TNI dan Polisi dalam pelaksanaannya," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Solihin pun menyinggung mengenai alih fungsi lahan pertanian di daerah hulu sungai Citarum. Hal ini menurutnya turut berkontribusi terhadap persoalan banjir yang terjadi di daerah hilir, salah satunya Kota Bandung.

Perubahan fungsi lahan menyebabkan fungsi daerah tadah hujan tidak berjalan sehingga aliran air dari hulu lebih cepat ke daerah di bawahnya.

Baca: Ada Unjuk Rasa, Hindari Jalan Diponegoro Gedung Sate, Lewat Sini Saja

"Kemarin, saya ke Situ Cisanti (Pangalengan) acaranya presiden, punten bukan mengkoreksi wilayah lain, tapi saya di Provinsi Jawa Barat, melihat daerah pegunungan berubah jadi wilayah pertanian, jadi bisa dibayangkan seharusnya air curah hujan bisa tertahan karena terserap pepohonan, sekarang langsung turun dari hulu ke hilir ke Kota Bandung, dengan debit air yang berpuluh-puluh kali lipat," katanya.

Oleh karena itu ia mengajak seluruh masyarakat di Jawa Barat untuk lebih mau menjaga dan melindungi lingkungannya, mulai dari hulu hingga hilir, agar permasalahan banjir ini bisa teratasi dan tidak menjadi agenda musibah yang terjadi setiap tahunnya.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved