Sabtu, 25 April 2026

Banjir di Kabupaten Bandung

Buruh Pabrik Berjalan Terjang Banjir Jalan Raya Dayeuhkolot Saat Jam Pulang

Waktu menunjukan pukul 12.30 WIB, ratusan perempuan buruh pabrik terlihat berhamburan ke luar dari beberapa pabrik garmen di sekitar . . .

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Ratusan perempuan buruh pabrik terlihat berhamburan ke luar dari beberapa pabrik garmen di sekitar Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/2/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Waktu menunjukan pukul 12.30 WIB, ratusan perempuan buruh pabrik terlihat berhamburan ke luar dari beberapa pabrik garmen di sekitar Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Beberapa perempuan buruh pabrik itu terlihat menggulung celananya sampai ke betis atau lutut.

Selain itu, sebagian dari mereka juga terlihat tak mengenakan alas kaki.

Alas kaki seperti sandal atau sepatu tampak dipegang bersama dengan tas.

Baca: Michelle Azista Pun Belajar ke Thailand Soal Spirulina, Kini Bisnis Spirulina untuk Konsumsi Manusia

Ya, hal itu dilakukan karena di Jalan Raya Dayeuhkolot, banjir masih menggenang setinggi mata kaki hingga paha orang dewasa mulai dari Balai Besar Pulp da Kertas sampai ke Metro Garment.

Sembari berbincang satu sama lain, perempuan buruh pabrik itu terlihat berjalan, menerjang banjir.

Mereka tak terlihat memperlambat jalan.


Jalan kakinya terlihat cepat, seolah tak ada air berwarna cokelat yang menghadangnya.

Mereka pun seolah tak peduli celananya basah.

Sampai di depan kantor Balai Besar Pulp dan Kertas, jalan sudah tak digenangi air banjir lagi.

Beberapa buruh itu langsung menaiki angkot, ojek, atau jemputan yang sudah menunggu.

Perempuan buruh pabrik Pro Garment, Yuyun Yunengsih (36) dan Risma (25), mengatakan, Sabtu memang mereka diwajibkan untuk tetap masuk.


Hanya saja, jam kerjanya tak sepanjang jam kerja hari-hari biasa.

Sekitar pukul 12.30 WIB, buruh pabrik itu sudah diperbolehkan pulang.

"Banjir harus tetap masuk. Tapi kalau Sabtu memang setengah hari," kata Yuyun, perempuan asal Kampung Kerenceng, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/2/2018).

Karena adanya banjir ini, Risma pun mengaku harus berangkat lebih awal.


Dia yang biasanya berangkat sekitar pukul 06.00 WIB, saat banjir harus berangkat sekitar pukul 05.00 WIB.

Alasannya, dia menduga, saat subuh banjir akan surut.

Selain itu, keluarga yang mengantar dan menjemput pun tak bisa menuju persis ke depan pabrik.

Jadinya, Yuyun dan Dini harus berjalan sekitar 30-an meter untuk menghampiri keluarga yang menjemputnya.

Keduanya sama-sama berharap, banjir di wilayah Kabupaten Bandung bisa segera surut sehingga tak menyulitkan warga beraktivitas. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved