Warga Sebut Tol Air Bikin Banjir Jadi Besar, Kadis PU Sebut Banjir karena Curah Hujan Tinggi

"Saya tegaskan, banjir semalam itu bukan karena tol air tapi intensitas curah hujan yang tinggi

Warga Sebut Tol Air Bikin Banjir Jadi Besar, Kadis PU Sebut Banjir karena Curah Hujan Tinggi
Twitter, @BDG_CommandCtr
Kondisi Jalan Pagarsih, Kamis (22/2/2018) pukul 18.25 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keberadaan tol air yang dibangun Pemkot Bandung sebagai solusi banjir di Jalan Pagarsih, dianggap oleh warga setempat tidak memiliki pengaruh sama sekali. Hal itu karena banjir masih terjadi di wilayah tersebut.

Warga RW 07 Kelurahan Cibadak, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Yana (50) mengatakan tol air tidak menjadi solusi dan menduga banjir besar pada Kamis (22/2/2018) malam, justru akibat tol air tersebut. Luapan air setinggi satu hingga satu setengah meter melampaui benteng di bantaran sungai dan masuk ke rumah warga di sekitarnya.

Baca: Menyamar jadi Wartawan, Irfan Bachdim Kerjai Stefano Lilipaly, Pertanyaannya Bikin Ngakak

"Tol air kamari mah eweuh dampakna jang masyarakat leutik, anggeur banjir. Ieu mah malah nu paling gede ti banjir-banjir saacanna (Tol air tidak ada dampaknya untuk masyarakat kecil, tetap saja banjir, justru ini malah paling besar yang pernah ada dari sebelum-sebelumnya)," ujar Yana, saat di temui di sela membersihkan perbotan rumahnya yang terendam air, Jumat (23/2/2018).


Menurut Yana, penyebab banjir selama ini sangat tergantung pada curah hujan di bagian utara Kota Bandung. Bila curah hujan besar dan merata di seluruh Bandung, dipastikan banjir akan terjadi dan berdampak pada meluapnya air Sungai Citepus. 

Warga lainnya, Udin Gunawan (45) menilai tol air justru memperparah keadaan, terlebih dampak banjir sangat terasa di daerah dekat perempatan Astanaanyar-Pagarsih, Kota Bandung.

Menurut Udin, sebelumnya pemerintah mensosialisasikan tol air akan dibuat mulai dari tikungan sungai di bawah TPS Pagarsih hingga tikungan sungai dekat perempatan Astanaanyar-Pagarsih. Namun faktanya proyek tersebut tidak sesuai rencana awal, karena dibuat hanya di bagian tengah aliran sungai.

"Aliran air memang masuk ke tol air tapi pas keluar, tapi kondisi aliran kembali menyempit setelah lewat tol air, jadi banjirnya makin besar," ucapnya. 

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved