Warga Sebut Banjir Pagarsih Kali Ini Paling Parah, Air Setinggi Badan Orang Dewasa
Beberapa warga menyebut banjir kali ini termasuk paling parah. Banjir dimulai sekira pukul 07.00 WIB dan baru surut sekira pukul 11.00 WIB.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Isal Mawardi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banjir yang terjadi di beberapa titik di Kota Bandung, Kamis (22/2/2018), satu di antaranya adalah di Kelurahan Cibadak, Bandung.
Beberapa warga menyebut banjir kali ini termasuk paling parah.
"Ini kemarin air dari kali, meluber tinggi. Biasanya engga," ujar Ahmad, warga RT 01 RW 07,Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Bandung.
Banjir dimulai sekira pukul 07.00 WIB dan baru surut sekira pukul 11.00 WIB.
Banjir ini mengakibatkan sebuah musala yang terletak di RT 02 RW 07 rubuh.
Barcelona Pagari 8 Pemainnya dengan Harga 'Gila', Messi Masih yang Tertinggi https://t.co/chObVcLraC via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 23, 2018
"Musala rubuh sekira pukul 09.00 WIB," ujar Asep Jujun, warga RT 02 RW 07.
Banjir paling parah sampai setinggi leher orang dewasa.
Asep Jujun mengatakan, meski banji, ia dan keluarga tidak pindah.
Menurut Aseo, warga sekitar sudah terbiasa dengan banjir.
"Kami sudah biasa, sehingga tidak asing lagi. Kami naik ke atas (lantai dua rumah). Jalan menyelamatkan diri ya itu," ujarnya.
Tetapi ia berharap ada solusi penanganan banjir untuk warga RT 01 dan RT 02.
Nasib lebih baik didapat warga RT 13 RW 07.
Meski terdampak banjir, namun tidak parah seperti warga RT 01 dan RT 02.
"Kemarin banjir tingginya sekira 30cm. Ini lebih baik dibanding tahun lalu," ujar Yadi warga RT 13 RW 07 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Bandung.
Tahun lalu, banjir yang menimpa rumahnya sampai setinggi lutut orang dewasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-pagarsih_20180223_131657.jpg)