Breaking News:

Pemkot Cimahi Libatkan Tim Kecebong untuk Minimalisasi Pendangkalan Sungai

"Sungai yang masuk ke wilayah pabrik juga jadi kendala untuk dibersihkan," katanya.

ISTIMEWA
Sejumlah alumni SMAN 2 Cimahi yang tergabung dalam CPA Jayawijaya beraksi membersihkan sungai Sriwijaya yang merupakan bagian dari kegiatan Reuni Akbar #100AlumniSapuCimahi, Minggu (13/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Meski terkendala tempat penampungan hasil pengerukan terkait permasalahan pendangkalan sungai, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kota Cimahi tetap melakukan pengerukan dan pembersihan sungai.

Kepala Seksi Drainase Kota, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kota Cimahi, Sambas Subagja mengatakan pengerukan dan pembersihan sungai itu, pihaknya membentuk tim yang diberinama tim kecebong.

"Mereka (Tim Kecebong) bertugas membersihkan sungai setiap hari. Ada tiga tim yang dibagi untuk tiga kecamatan. Satu tim terdiri dari 10 orang," ujarnya di Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi, Senin (19/2/2018).

Baca: Dedi Mulyadi Proyeksikan Sungai Cimanuk Indramayu Menjadi Wisata Air 

Tugas tim kecebong itu, kata dia, hanya menjaga sungai yang sering terjadi sedimentasi dan mereka mengeruk dan mengangkut kepinggir sungai agar tidak terjadi pendangkalan.

Menurutnya, tim kecebong tersebut pada dasarnya hanya bertugas memelihara infrastruktur sungai, namun karena kenyataannya banyak sampah dialiran sungai, maka tim tersebut harus ikut membersihkannya.

"Jadi sampah tersebut diangkut ke pinggir sungai dan nanti pihak LH yang mengangkut untuk dibuang ke TPA," katanya.

Namun, lanjut Sambas tim kecebong memiliki kendala dalam memelihara empat sungai besar di Cimahi yaitu sungai Cibeureum, Cilember, Cimahi dan Cisangkan.

Baca: Tb Hasanuddin Beberkan Penyebab Sulitnya UKM Berkembang di Jawa Barat

Hal itu karena kerap terjadinya penyempitan sungai, sehingga tim kecebong itu sulit masuk sungai.

"Sungai yang masuk ke wilayah pabrik juga jadi kendala untuk dibersihkan," katanya.

Ia mengatakan sungai yang bisa dipelihara itu total panjangnya hanya sekitar 19,5 kilometer dan perharinya 100 sampai 200 meter.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved