Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional, Mahasiswa UPI dan Unpad Gelar Aksi Gerak Jalan Sampai CFD

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda UPI serta Himpunan Mahasiswa Sastra Sunda Unpad menggelar aksi gerak jalan

Tribun Jabar/ Theofilus Richard
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda UPI serta Himpunan Mahasiswa Sastra Sunda Unpad, melakukan Aksi Gerak Jalan, Car Free Day, Dago, Bandung, Minggu (18/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati setiap 21 Februari, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda UPI serta Himpunan Mahasiswa Sastra Sunda Unpad menggelar aksi gerak jalan pada Minggu (18/2/2018).

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda UPI terlebih dulu berkumpul di UPI, kemudian mereka bertemu Himpunan Mahasiswa Sastra Sunda Unpad di depan Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur.

Kemudian kedua himpunan melakukan aksi gerak jalan menuju Car Free Day Dago.

"Kami longmarch untuk bisa melakukan sosialisasi semua ke masyarakat Bandung di Car Free Day," ujar Andri Yuriansyah, Koordinator Aksi dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda UPI, kepada Tribun Jabar di CFD Dago, Bandung.

Saat melakukan aksi gerak jalan, sang orator memimpin para mahasiswa untuk menyerukan yel-yel.

Selain yel-yel, aksi juga diselingi dengan nyayian lagu pop sunda yang dinyanyikan para mahasiswa, semisal lagu Asep Darso, Kabogoh Jauh.


Para mahasiswa ingin menyadarkan masyarakat jika Bahasa Sunda sangat penting untuk perkembangan budaya di Jawa Barat.

"Aksi untuk sosialisasikan kepada masyarakat luas bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa Bahasa Sunda sangat penting untuk perkembangan budaya kita. Kita sendiri sering terlupakan oleh bahasa yang peluang modalnya lebih besar semisal Bahasa Inggris," ujar Andri.

Ia berharap aksi ini benar-benar menyentuh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap agar masyarakat menyadari betapa pentingnya bahasa sunda. Saat ini masayarkat dalam keadaan ketidakpedulian sangat besar (terhadap bahasa Sunda), jadi kita melupakan bahsa ibu kita sendiri," ujarnya.

Baca: Jelajahi Sejarah Cagar Budaya di Lembang Bersama Historical Trips

Selain aksi gerak jalan, aksi pun dilanjutkan orasi, pembacaan sajak berbahasa sunda, dan aksi teatrikal.

Hari Bahasa Ibu Internasional ditetapkan UNESCO diperingati setiap 21 Februari, sejak tahun 17 November 1999.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Isal Mawardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved