Pemkot Cimahi Tolak Pelebaran Saluran Air di Cimindi, Ini Alasannya
"Sejauh ini pemerintah terus berupaya menuntaskan banjir apalagi untuk banjir Melong. Tapi masyarakat juga harus ada andilnya," katanya.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kota Cimahi, Ainul Yakin menyebutkan, untuk menuntaskan permasalahan banjir di Cimahi, perlu melibatkan Kota dan Kabupaten lain karena Kota Cimahi hanya sebagai daerah limpasan.
Sebelumnya, Kota Bandung sempat akan memperbesar saluran yang ada di Cimindi agar banjir di Sukaraja bisa hilang.
Namun Ainul menolak hal tersebut lantaran hanya akan memperparah banjir di Cimahi, jika hilirnya belum diperbaiki.
Baca: Unik! Akun Media Sosial Manchester City Unggah Video Mirip Dilan
"Kalau banjir Sukaraja itu selesai, tapi di hilirnya atau Citarum salurannya belum diperbaiki yang parah nanti banjir di Cimahi," ujar Ainul Yakin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/2/2018).
Atas hal itu, kata dia, harus diperbaiki dulu hilirnya dengan membuat sodetan atau saluran yang besar.
Selain itu lanjut Ainul, menuntaskan permasalahan banjir di Cimahi juga memerlukan peran serta dari masyarakat, minimal untuk mencegah banjir di wilayahnya masing-masing dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ini Prakiraan Jumlah Kerugian SUGBK Pascalaga Final Piala Presiden 2018 https://t.co/pCpZqSJNMU via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 18, 2018
"Sejauh ini pemerintah terus berupaya menuntaskan banjir apalagi untuk banjir Melong. Tapi masyarakat juga harus ada andilnya," katanya.
Hal itu kata dia, karena banjir di Cimahi salah satu penyebabnya, banyak yang membuang sampah ke saluran air atau drainase.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-cimahi-selatan_20160326_202702.jpg)