Empat Unicorn Indonesia Kuasai Bisnis Start Up di Asia Tenggara

Saat ini, Asia Tenggara menjadi rumah dari tujuh unicorn, empat di antaranya berasal dari Indonesia.

Empat Unicorn Indonesia Kuasai Bisnis Start Up di Asia Tenggara
Reska K Nistanto/KOMPAS.com
Kantor Go-Jek Indonesia 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Indonesia perlahan mulai menuju ekosistem digital di Asia Tenggara, seiring dengan pertumbuhan bisnis e-commerce yang mencapai rata-rata 17% selama lima tahun terakhir.

Bisnis rintisan yang berbasis teknologi (start-up) di Indonesia pun kini berkembang pesat. Bahkan, beberapa di antaranya termasuk dalam jajaran 'unicorn', yakni start up dengan valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.

Ekonom dari Universitas Atmajaya, Agustinus Prasetyantoko, mengatakan pangsa pasar Indonesia yang besar -berdasar jumlah penduduk, di bawah Cina dan India- menjadikan Indonesia pasar yang menjanjikan di kawasan regional.

"Kita nomor satu dari sisi market opportunity dan dari sisi pemainnya kita juga cukup menjanjikan, ada empat unicorn yang bisa kita dorong dari sana," ujar Presetyantoko kepada BBC Indonesia, Rabu (14/02).

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menargetkan pada 2020 nanti, nilai dari ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$130 miliar, atau kurang lebih 11% dari produk domestik bruto (PDB).

Baca: Victor Igbonefo dan Kim Kurniawan Sudah Kembali Berlatih Bersama Persib Bandung

Baca: Shio Apa yang Akan Paling Beruntung di Tahun Anjing Tanah? Berikut Ulasannya

Baca: Elemen Api Berkuasa di 2018, Bisnis Apa yang Bakalan Moncer dan Buntung?

"Tidak bisa dipungkiri, bahwa ekonomi masa depan kita adalah berbasis digital, atau digital economy yang memberikan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan efektivitas yang jauh lebih tinggi," kata dia.

Termutakhir, perusahaan otomotif PT Astra Internasional Tbk dan Grup Djarum menyuntikkan modal ke penyedia layanan on demand berbasis aplikasi, Go-Jek. Suntikan dana ini menjadikan Go-Jek sebagai unicorn dengan valuasi tertinggi di Indonesia.

Valuasi
BBC
Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved