Soal Pengaman Paslon Pilgub Jabar, Kapolda Jabar: Mereka Hanya Amankan, Tak Boleh Bantu
Menurutnya, netralitas dari anggota Polri/TNI harus dijaga untuk menjaga integritas dari kesatuan TNI dan Polri.
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, menjamin netralitas dari 80 personel yang akan mengawal para calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.
"Saya tegaskan petugas Polda harus netral dan kepada seluruh paslon untuk tak memanfaatkan, menarik petugas TNI dan Polri aktif," ujar Agung Budi Maryoto di Kantor DPD PDIP Jabar, Rabu (14/2/2018).
Agung Budi Maryoto dan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo, pun sudah menyampaikan hal ini kepada semua pasangan calon saat roadshow ke rumah pemenangan masing-masing calon.
Menurutnya, netralitas dari anggota Polri/TNI harus dijaga untuk menjaga integritas dari kesatuan TNI dan Polri.
Ucapan Valentine Berbahasa Inggris Paling Romantis https://t.co/nXmywXk5RM via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 14, 2018
Karena itu, Agung Budi Maryoto menegaskan petugas yang menjaga pasangan cagub dan cawagub Jabar tidak boleh untuk membantu pasangan calon selama masa kampanye.
"Sudah saya tekankan, dan tentu ada (sanksi) ancamannya. Tugas mereka hanya mengamankan tak boleh membantu," ujar Irjen Pol Agung.
Nantinya, Polda Jabar menugaskan 10 polisi untuk mengamankan satu orang calon, baik calon gubernur maupun calon wakil gubernur. (*)