Breaking News:

Kisah Pemulung Bersalin di Gerobak, Sang Ibu Alami Pendarahan Hebat dan Depresi

anak saya lahir di gerobak, habis subuh, sekitar jam 05.00. (Saya) Bingung, mau minta tolong sama siapa jam segitu

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Warta Kota/Hamdi Putra
Rosida dan Sanudin serta bayi laki-laki mereka di rumah kontrakan, sebelum dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat. 

Ia pertama kali melihat Rosidah dan Sanudin di Jalan Muwardi Raya, Grogol, Jakarta Barat, 5 Januari 2018.

"Saat itu lagi ada pemberantasan sarang nyamuk bersama Bu Lurah, Satpol PP dan warga lainnya," kata Eneng. Ia melihat pasangan suami-istri itu sedang makan di gerobak rongsokan.

Baca: Tulis Salam Perpisahan, Sergio van Dijk Sampaikan Niat Jadi Pelatih Persib Bandung

"Saya enggak nyangka kalau dia sedang hamil tua, perutnya kelihatan kecil," ujar Eneng.

Pada tanggal 8 Januari, Mukmin, seorang anggota PPSU Kelurahan Grogol, mendengar suara tangisan bayi dari dalam gerobak milik Rosidah dan Sanudin.

"Mukmin ini lagi nyapu, dengar suara tangis bayi, lalu dia laporan sama Bu Lurah," tutur Eneng.

Ketika itu, Sanudin dan gerobaknya ditemukan di Jalan Susilo 1, di depan bengkel AC Mobil.

"Bu Lurah ngasih instruksi supaya kader PKK terdekat, yakni RT 004/04, melihat langsung ke lokasi," kata Eneng. Ia datang bersama seorang bidan puskesmas setempat yang merangkap sebagai Ketua RT 004.

"Bayinya kotor karena pasir dan tanah, ibunya juga pendarahan hebat," kata Eneng. Hari itu juga, Eneng lantas membawa Rosidah dan bayinya ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Grogol, Jakarta Barat.


Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved