Rabu, 8 April 2026

Kodam III Siliwangi Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga yang Diduga Terdampak Merkuri

Kegiatan tersebut dilakukan atas dasar laporan dari Babinsa yang mendapat keluhan dari masyarakat karena banyaknya masyakarat yang sakit kulit.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Kolonel Arh Desi Ariyanto memberikan pengarahan kepada warga di Kabupaten Sukabumi, Selasa (06/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUKABUMI - Sebanyak 78 orang warga dilayani secara gratis untuk berobat oleh tim gabungan dari Kodam III Siliwangi di wilayah Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi, Selasa (06/2/2018).

"Dari 78 pasien yang kami layani, berbagai keluhan yang mereka alami, sakit jamur kulit, lambung, ISPA, maag akut, nyeri sendir, bisul dan penyakit lainnya," kata dokter spesialis kulit dan kelamin Letkol (Ckm) dr Agus Walujo di Kampung Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (06/2/2018).

Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh Desi Ariyanto juga turut hadir dalam kegiatan pengobatan gratis tersebut.

Baca: Tak Sembarangan Cinta pada Persib Bandung, Alvin Maulana Wibowo Bentuk Viking Kudus

Kegiatan tersebut dilakukan atas dasar laporan dari Babinsa yang mendapat keluhan dari masyarakat karena banyaknya masyakarat yang sakit kulit.

"Ini laporan dari Babinsa. Mereka menemukan bahwa banyak masyarakat yang sakit kulit. Dugaan sementara, sakit kulit tersebut diduga karena dampak merkuri," kata Kapendam III Siliwangi, Kolonel Arh Desi Ariyanto, Selasa (06/2/2018).

Di sekitar Kampung Pasir Baru tersebut, banyak tambang dan pengolahan batu sinabar sebagai bahan utama merkuri.

Kolonel Arh Desi Ariyanto juga menambahkan, bahwa hal tersebut masih dugaan awal.

Baca: Warga Bantaran Sungai Cibareno Diduga Terdampak Merkuri, Pangdam III/SLW Akan Tinjau Langsung

Memastikan penyebab penyakit tersebut dikatakannya harus melalui uji laboratorium.

"Tugas kami selain perang ialah memberikan bantuan kemanusiaan khususnya bagi masyarakat Indonesia , kegiatan ini merupakan upaya antisipasi, jika ke depannya ditemukan penyakit lainnya, akan mudah diatasi," kata Kolonel Arh Desi Ariyanto.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Letkol (Ckm) dr Agus Walujo juga menambahkan, untuk mengetahui penyebab penyakit kulit tersebut, diperlukan beberapa tahapan.

"Harus diperiksa darahnya, rambut, dan urine . Hasil pemeriksaan darah saja memerlukan waktu selama lima hari untuk mengetahui hasilnya," kata dokter spesialis kulit dan kelamin Letkol (Ckm) dr Agus Walujo .


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved