Kamis, 9 April 2026

Pemprov Jabar Masih Belum Tuntas Atasi Pemerataan Guru SMA

elain kekurangan jumlah guru, pemerataan sebaran guru masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jabar. Hal itu dikatakan . . .

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
plus.google
Ilustrasi Penyebaran Guru 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Selain kekurangan jumlah guru, pemerataan sebaran guru masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jabar.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi V, Yomanius Untung, ketika ditemui di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (5/2/2018).

"Nah persoalan ini bukan sekadar kekurangan guru, tapi sebaran guru," ujarnya.

Ia mengatakan banyak sekolah di beberapa daerah hanya memiliki dua hingga tiga guru berstatus PNS.

"Daerah Bandung Barat misalnya, di daerah Gunung Halu. Satu sekolah negeri, ada dua atau tiga guru PNS, selebihnya guru honorer. Sisi lain daerah perkotaan, guru PNS banyak sekali," ujarnya.

Baca: Alami Depresi Selama 4 Bulan, Seorang Wanita Muda Gantung Diri di Rumah Neneknya

Kata Yomanius Untung, ini merupakan satubdi antara alasan kewenangan pengelolaan SMA dialihkan ke Pemprov Jabar.

Diharapkan Pemprov Jabarvdapat memetakan kekurangan guru di berbagaj daerah dan mendistribusikan guru.

Pada tahun 2018, rencanaya akan ada rekrutmen PNS, termasuk guru.


"Itu yang disebarkan guru-guru muda harus mau di daerah terpencil agar kualitas lulusan sekolah relarif lebih terdongkrak," ujarnya.

Jumlah guru saat ini, kata Yomanius Untung, ada sekira 14 ribu.

Sedangkan kebutuhan guru mencapai 15 ribu guru.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved