Lezatnya Opor Ayam Kampung Bu Haji yang Resepnya Tidak Berubah Sejak 1962

"Bumbu hampir sama dengan opor lainnya hanya saja di sini menggunakan ayam kampung," ujar Penny kepada Tribun Jabar, Kamis (1/2/2018).

Lezatnya Opor Ayam Kampung Bu Haji yang Resepnya Tidak Berubah Sejak 1962
Tribun Jabar/ Fidya Alifa
Opor ayam

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fidya Alifa

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Resep opor ayam kampung rumah makan Bu Haji tidak berubah sejak 1962.

Pemilik rumah makan Bu Haji generasi ketiga, Penny Sugianti mengaku tidak menggunakan bumbu rahasia.

"Bumbu hampir sama dengan opor lainnya hanya saja di sini menggunakan ayam kampung," ujar Penny kepada Tribun Jabar, Kamis (1/2/2018).

Proses pembuatan opor ayam kampung ini memakan waktu dua jam.

Baca: Ini Lho Kuliner Favorit Vidi Aldiano Kalau ke Bandung

Ayam kampung biasanya bedaging keras, tetapi berbeda dengan ayam kampung pada opor ini.

Dagingnya lembut dan berasa gurih dari kaldu dan santan.

"Masaknya dadakan jadi mungkin itu yang membuat rumah makan ini bertahan lama," kata Penny.

Sekali memasak opor, dihasilkan 8 potong ayam kampung.

Di setiap meja, disediakan lalaban dan sambal sehingga pembeli dapat memilih sendiri seberapa banyak sambal yang diberikan.


Satu porsi opor ayam dibanderol Rp 17 ribu.

Rumah makan Bu Haji beroperasi mulai pukul 08.30 sampai 16.30 WIB.

Lokasi rumah makan ini di Jalan Lombok, Bandung, tepatnya di samping gang bertuliskan Masjid Jihadul Akbar.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Isal Mawardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved