Begini Kronologis Meninggalnya Bocah yang Terkena Difteri di Cimahi, Sempat Gondongan
Sering mengalami panas dan tidak mau makan selama empat hari, muntah dan mengalami sakit tenggorokan
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Penyakit difteri merenggut nyawa seorang anak bernama Muhammad Dicki (5), asal Kampung Babakan Kidul, RT 04/04, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.
Diberitakan sebelumnya, anak kedua dari pasangan Dadang Suherman (37) dan Yeni Sadiah (34) itu dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 17.45 WIB.
Menurut ayah Dicki, Dadang Suherman, sebelum dinyatakan mengidap difteri, anaknya itu kerap mengalami demam hingga mencapai 39 derajat celcius kemudian dibawa ke klinik terdekat.
Baca: Makeupuccino, Surganya Para Wanita untuk Belanja Kosmetik
"Sering mengalami panas dan tidak mau makan selama empat hari, muntah dan mengalami sakit tenggorokan. Tetapi bisa ditangani oleh dokter di klinik," ujarnya di Kampung Babakan, Minggu (4/3/2018).
Namun, kata dia, dua hari kemudian atau Senin (29/1/2018), pasien masih mengalami demam dan terdapat gondongan di bagian lehernya, kemudian dibawa kembali ke klinik yang sama.
Saat Geledah Villa Mewah Zumi Zola, Penyidik KPK Rasakan Hal Aneh https://t.co/y6neECssNb via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 4, 2018
Ia mengatakan dari pihak dokter klinik, anaknya seperti terindikasi penyakit difteri, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Bunda.
Bahkan, lanjut Dadang, rumah sakit yang terletak di Jalan Mahar Martanegara itu pun memberikan keterangan yang sama.
"Lalu dirujuk ke RSUD Cibabat dan dicek darah 6 jam, kemudian langsung dibawa ke RSHS tapi awalnya gak tau difteri," kata Dadang.
Berdasarkan pembahasan Tim Komite Ahli RSHS, penderita atau pasien membutuhkan segera Anti Difteri Serum (ADS) 80.000 iu. ADS itu diberikan pada Selasa (30/1/2018).
Umat Islam Dunia Harus Peduli Al-Aqsa, Ini Penjelasan Syaikh Dr Muraweh Mousa Nassar Saat di Bandung https://t.co/yUKMwDDRay via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 4, 2018
Kemudian pada hari itu juga, pasien menjalani operasi pemasangan drain di bagian leher kanan dan kiri.
"Sempet dioperasi di bagian leher untuk bernapas dan dikasih obat," katanya.
Kemudian kondisi Dicki sempat membaik pada Rabu (31/1/2018) sore, namun kondisi pernapasan agak berat, sehingga meninggal pada Kamis (1/2/2018) pukul 17.45 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-difteri_20171212_204206.jpg)