Menyedihkan! Sejumlah Rumah Sakit di Gaza Tutup Akibat Krisis Listrik dan Kehabisan Bahan Bakar

Sejumlah rumah sakit di Gaza terpaksa menghentikan aktivitasnya akibat terjadinya krisis listrik yang disebabkan kelangkaan bahan bakar.

Menyedihkan! Sejumlah Rumah Sakit di Gaza Tutup Akibat Krisis Listrik dan Kehabisan Bahan Bakar
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI: Bentuk solidaritas untuk Palestina di Kota Bandung. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, GAZA - Sejumlah pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit di Gaza terpaksa menghentikan aktivitasnya akibat terjadinya krisis listrik yang disebabkan kelangkaan bahan bakar.

Hingga Kamis (1/2/2018), dilaporkan total ada delapan rumah sakit maupun pusat kesehatan yang tutup.

Kementerian Kesehatan Palestina seperti dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com Jumat (2/2), mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, ketika krisis bahan bakar sampai membuat pusat layanan kesehatan terhenti.

Petugas Kementerian Kesehatan Palestina memeriksa kondisi rumah sakit Beit Hanun di utara Jalur Gaza yang telah berhenti beroperasi sejak 29 Januari karena kehabisan bahan bakar.(Mahmud Hams / AFP)
Petugas Kementerian Kesehatan Palestina memeriksa kondisi rumah sakit Beit Hanun di utara Jalur Gaza yang telah berhenti beroperasi sejak 29 Januari karena kehabisan bahan bakar. (Mahmud Hams / AFP diambil dari KOMPAS.com)

Juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al-Qadra menyebutkan, tujuh pusat layanan kesehatan yang terdampak krisis bahan bakar dan harus tutup pada Rabu (31/1/2018), yakni Pusat Kesehatan Sourani, Pusat Medis Palestina, Yayasan Medis, Administrasi Kesehatan Gaza, Abasan Al-Kabira, Atatra dan Lembaga Orang Cacat Fisik.

Baca: Julianto Tio Bikin Harga Diri Ahok Merosot, Padahal Veronica Tan Kalah Jauh Dibanding Istrinya

Sementara pada Senin (29/1/2018), rumah sakit Beit Hanoun di utara Gaza sudah lebih dulu menghentikan pelayanan karena tak memiliki bahan bakar untuk menghidupkan mesin generator.

Komite Manajemen Krisis di kementerian kini mendesak perusahaan energi untuk segera dapat menyediakan listrik untuk kebutuhan rumah sakit dan pusat kesehatan tersebut.

"Pelayanan kesehatan kita terus mengalami penurunan setelah tutupnya rumah sakit Beit Hanoun sejak tiga hari lalu dan rumah sakit anak-anak Al-Durra."


"Pasien dipindahkan ke rumah sakit lain karena kurangnya bahan bakar. Saya pikir tinggal menunggu waktu sampai generator di rumah sakit jiwa juga berhenti," kata Al-Qadra, Rabu (31/1/2018).

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved