Gerhana Bulan Total

Salat Gerhana Bulan Untuk Menepis Mitos dan Mistis

Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, ratusan umat muslim melakukan salat gerhana di gedung Sabuga ITB, Rabu (31/1/2018)

Salat Gerhana Bulan Untuk Menepis Mitos dan Mistis
TRIBUN JABAR/Daniel Andreand Damanik
Imam Masjid Salman ITB, Ali Rhomadoni saat ditemui di Sabuga, Rabu (31/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, ratusan umat muslim melakukan salat gerhana di gedung Sabuga ITB, Rabu (31/1/2018).

Salat gerhana tersebut dipimpin oleh Imam Masjid Salman ITB, Ali Rhomadoni.

"Salat ini sebagai ucapan syukur atas kebesaran Allah dan untuk menepis pola pikir lama yang menganggap bahwa fenomena gerhana bulan merupakan hal mistis," kata Ali Rhomadoni di Sabuga ITB (31/1/2018).

Melalui salat ini, bisa menepis mitos dan mistis yang selama ini menjadi pertanyaan sejumlah masyarakat.

Baca: Miris! Calon Jemaah Umrah PT SBL Ini Sudah Syukuran dan Undang Tetangga, Ternyata Batal Pergi

Mitos pada zaman dahulu dikatakan Ali bahwa terjadinya gerhana merupakan pertanda mati atau lahirnya seseorang.

Seusai melakukan salat, Ali Rhomadoni menjelaskan bahwa dalam fenomena gerhana, terdapat dua salat.

" Ada dua salat gerhana, salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf, sedangkan saat gerhana matahari disebut dengan salat kusuf," kata Imam Masjid Salman ITB tersebut.


Halaman
12
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved