Gerhana Bulan Total

Ritual Gerhana Bulan, Memukul Lesung agar Raksasa Jahat Geli Lalu Memuntahkan Bulan

Gerhana bulan total akhir Januari ini adalah fenomena langka karena terjadi pertama kali setelah 150 tahun.

Ritual Gerhana Bulan, Memukul Lesung agar Raksasa Jahat Geli Lalu Memuntahkan Bulan
Kolase
Raksana jahat Batara Kala yang diyakini oleh masyarakat Jawa yang menyebabkan terjadinya gerhana bulan. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Gerhana bulan total akan terjadi pada Rabu (31/1/2018) malam nanti.

Fenomena gerhana bulan ini akan diikuti bulan purnama kedua atau yang kini dikenal dengan sebutan blue moon.

Peristiwa yang kini menjadi obrolan masyarakat Indonesia, adalah fenomena langka karena terjadi pertama kali setelah 150 tahun.

Maka, wajar jika persitiwa itu sangat dinanti-nanti. Banyak warga yang bersiap menyambut untuk melakukan pengamatan. Dan sebagian lainnya mengerjakan ritual, baik keagamaan maupun ritual adat.

Dikutip dari laman pesona.travel, Indonesia mempunyai banyak ritual budaya saat mendapati gerhana bulan. Apa saja?

Memukul Kentong atau Gong
Rituan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Dayak. Mereka membunyikan kentong agar bulan kembali muncul.

Berdasarkan kepercayaan mereka, gerhana bulan terjadi karena bulan dimakan oleh mahluk gaib bernama Ruhu. Tradisi kentongan juga dilakukan masyarakat Tidore. Masyarakat di sana menyebutnya Dolo-dolo.


Menumbuk Lesung
Nah, kalau tradisi ini biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa. Mereka berkeyakinan gerhana bulan terjadi karena ada raksasa jahat Batara Kala menelan bulan.

Mereka kemudian memukul-mukul lesung atau tempat penumbuk padi sebagai simbol memukul jasad Batara Kala yang masih hidup itu. Tujuannya agar Batara Kala merasa geli, mual, lalu memintahkan bulan.

Masuk Kolong Ranjang
Tradisi unik ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa. Bagi ibu hamil disarankan untuk menggigit pecahan genteng sambil tangannya mengelus perutnya.

Lalu si ibu hamil diminta untuk masuk ke dalam kolong tempat tidur. Sebelum prosesi ini, warga setempat memasak nasi.

Menggoyangkan Batang Pohon

Masyarakat Dayak Ngaju, biasanya akan melakukan aksi memukul-mukul ayau menggoyangkan pohon untuk membangkitkan 'Gana'. Tujuannya agar, pohon tersebut ebuah lebat.

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved