Gerhana Bulan Total
BMKG Imbau Warga Pesisir Cirebon dan Indramayu Waspadai Banjir Rob Saat Gerhana
Tinggi pasang maksimum ini akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, MAJALENGKA- BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, mengimbau warga Cirebon dan Indramayu yang tinggal di daerah pesisir untuk waspadai banjir rob.
Pasalnya, fenomena gerhana bulan malam ini mengakibatkan pasang air laut maksimum.
"Potensi banjir rob di wilayah pesisir dimulai sebelum dan sesudah gerhana," kata Ahmad Faa Iziyn, Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, melalui pesan singkatnya, Rabu (31/1/2018).
Ia berharap masyarakat mewaspadai tinggi pasang maksimun yang bisa mencapai 1,5 meter karena gravitasi bulan dan matahari.
Tega, Kaesang Pangarep https://t.co/tVw7UYuife via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 30, 2018
Tinggi pasang maksimum ini akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.
Selain itu, aktivitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan juga turut terdampak.
"Waspada kenaikan tinggi gelombang, potensi rob, dan dampaknya," ujar Ahmad Faa Iziyn.
Namun, fenomena gerhana juga dapat mengakibatkan surut minimum -100 cm hingga-110 cm.
Serangkaian potensi itu diprakirakan terjadi saat gerhana yakni pada pukul 19.49 WIB-01.49 WIB. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gerhana-bulan-di-indonesia_20150405_083332.jpg)