Senin, 13 April 2026

Penganiaya Kyai di Cicalengka Kerap Minta Uang Rp 1.000, Pendiam dan Jarang Marah

Didi mengatakan, saat berada di Masjid Al Muthola'ah, A biasa menghampirinya dan duduk di kursi sebelahnya.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
siti masithoh/tribun jabar
Kapolda Jabar, Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi M beserta Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB, dan jajaran PBNU Cirebon saat menunjukkan pelaku penganiayaan terhadap KH Umar Basri, di Polres Cirebon Kota, Minggu (28/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sejumlah orang di sekitar Kompleks Masjid Al Muthola'ah di Kampung Margahayu, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, mengaku kaget dengan penangkapan A, sebagai pelaku penganiayaan terhadap pengasuh Pontren Al Hidayah, KH Umar Basri.

Meski sejak lama mengalami gangguan kejiwaan, A dikenal memiliki sikap tenang dan tidak pernah menyerang siapapun.

Hal itu disampaikan Didi (55), penjual bensin eceran di depan Kompleks Masjid Al Muthola'ah, Selasa (30/1/2018).

Baca: Bupati Abubakar Sakit, Kades Lembang Ajak Semua Tamu Undangan Mendoakannya Agar Cepat Sembuh

Didi mengatakan, saat berada di Masjid Al Muthola'ah, A biasa menghampirinya dan duduk di kursi sebelahnya.

"Karena memang menderita gangguan kejiwaan, ia duduk dan hanya melamun saja," ujar Didi.


Menurut Didi, A terkadang mendatangi para pedagang yang berjualan di sekitar Masjid Al Muthola'ah untuk meminta uang.

Uang yang diminta pun tidak besar, nominal yang diminta hanya berkisar antara seribu hingga dua ribu rupiah saja.


"Pernah dia itu memegang uang Rp 50 ribu di tangan, tapi masih minta seribu rupiah," ujar Didi.

Didi tak menyangka A bisa melakukan kekerasan pada orang lain, terlebih korban merupakan seorang kyai ternama di Cicalengka. "Padahal dia itu tidak galak," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved