Breaking News:

Kasus Gratifikasi

OC Kaligis Luncurkan Tiga Buku, Kalapas Sukamiskin: Semoga Bermanfaat bagi Semua

Pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin, Kota Bandung menyambut positif peluncuran tiga buah buku karya OC Kaligis

Tribun Jabar/Ery Candra
Terpidana kasus suap, OC Kaligis, seusai peluncuran ketiga bukunya, di Lapas Sukamiskin, Jalan A.H. Nasution No.114, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (30/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin, Kota Bandung menyambut positif peluncuran tiga buah buku yang berjudul "Peradilan Sesat", "Kasus Perbankan di Peradilan Indonesia", dan "PKI dalam Politik Kekerasan"  karya Otto Cornelis Kaligis atau yang populer disapa OC Kaligis.

Dari pantauan Tribun Jabar, terlihat empat orang berada di depan dalam ruangan peluncuran buku.

Mereka adalah, Kabid Kegiatan Kerja Lapas Sukamiskin, Djoko Sunarno, Kemudian OC Kaligis memakai pakaian warna cokelat, dasi warna merah putih, dan topi. Akil Mochtar mengenakan pakaian warna putih, dan tampak juga mantan menteri, Patrialis Akbar di acara tersebut.

Baca: Minggu Depan, OC Kaligis Akan Gugat Bambang Widjojanto

Kalapas Sukamiskin, Dedi Handoko, menyambut positif dari acara peluncuran buku tersebut. Pada saat menjalani masa hukuman dapat membuat ketiga karyanya berupa buku.

"Menyambut positif dong karena saya senang, disaat-saat pak OC sedang menjalani masa pidana masih sempat dia menuliskan hasil karyanya menulis buku dan mudah-mudahan bermanfaat bagi semua," ujar Dedi Handoko, kepada Tribun Jabar, di Jalan A.H. Nasution No.114, Cisaranten Bina Harapan, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (30/1/2018).

Dedi,mengapresiasi penulis buku tersebut walaupun di tengah menjalani masa pidana di Lapas sukmiskin masih sempat untuk menuliskan buku.

Baca: Cerita di Balik Penulisan Tiga Buku OC Kaligis yang Diluncurkan di Lapas Sukamiskin

"Baik itu terkait Peradilan Sesat, kemudian ada terkait ejahatan perbankan, dan juga kekerasan PKI. Ini artinya yang terkait PKI katakanlah untuk mengingatkan kembali sebagai warga negara, sebagai generasi muda agar tidak melupakan sejarah. Karena peristiwa yang lalu sudah biarkan berlalu dan kedepan lebih hati-hati lagi," kata dia.

Mengenai buku yang berjudul "Peradilan Sesat", kata dia, kepada seluruh aparat penegak hukum harus bisa berbenah diri, baik itu dari penyidikan, penuntutan dan peradilan.

"Sehingga tidak terjadi seperti apa yang disampaikan OC dalam bukunya itu dan agar semakin membaik sistem pidana peradilan," ujarnya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved