Populasi Kukang Jawa di Tasikmalaya Terancam Punah, Belasan Kukang Siap Dilepasliarkan

"Populasi kukang menurun karena keberadaanya diperjualbelikan, dipelihara bahkan ada juga yang di ekspor ke luar negeri," tutur Diki.

Populasi Kukang Jawa di Tasikmalaya Terancam Punah, Belasan Kukang Siap Dilepasliarkan
tribunjabar/isep heri
Demo kasus Primata 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA - Kukang Jawa banyak diburu dan diperdagangkan, ini membuat jumlahnya di alam liar semakin langka ditemui.

Di antaranya di Tasikmalaya yang merupakan wilayah hotspot bagi primata yang bermata lebar dan bergerak lamban tersebut.

Hal itu disampaikan Diki Muhamad Chaidir (32), aktivis pelestarian primata yang melakukan kampanye edukasi pelestarian primata di Alun-alun Kota Tasikmalaya, Minggu (28/1/2018) pagi.

Baca: Dituding Kerap Bawa Pria ke Rumah, Tessa Kaunang Beri Balasan Menohok untuk Sandy Tumiwa

Diki selaku koordinator aksi tersebut mengatakan, populasi Kukang Jawa atau hewan yang bernama latin Nycticebus Javanicus di Tasikmalaya, semakin menurun akibat perburuan.

"Populasi kukang menurun karena keberadaanya diperjualbelikan, dipelihara bahkan ada juga yang di ekspor ke luar negeri," tutur Diki.


Diki mejelaskan di beberapa habitat hewan bermata besar pemakan serangga tersebut sudah sulit ditemui.

"Bahkan di Gunung Galunggung, saya pernah menemukan hanya ada satu dan dua kukang di sana," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved