Kompetensi SDM Rendah, Asphri Minta Pemerintah untuk Rayu Investor

Ketua Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (Asphri), Yosminaldi melihat realitas kompetensi tenaga kerja Indonesia rendah.

Kompetensi SDM Rendah, Asphri Minta Pemerintah untuk Rayu Investor
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
ILUSTRASI: Robot 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ketua Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (Asphri), Yosminaldi melihat realitas kompetensi tenaga kerja Indonesia rendah.

Padahal, perusahaan dengan kecanggihan teknologinya secara langsung atau tidak, dapat mengurangi sumber daya manusia.

Menurut Yos, Asphri menyikapi pergeseran ini meminta pemerintah memperbanyak lagi investasi-investasi yang masuk dari para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membuat industri baru.

Baca: Persib Uji Coba Usai, Gomez Akan Datangkan Pemain Argentina? Ini Player yang Sukses Bersamanya

Baca: Sandy Tumiwa Tiba-tiba Datangi Rumahnya, Tessa Kaunang: Semua Kamar Dibukain

Baca: Astaga Pelakor, Siswi SMK Hamil & Nikah Siri dengan Atlet Beranak 2, Perbuatannya Menyakitkan

"Ya walaupun memakai teknologi robot tapi dengan banyaknya pabrik baru dan investor baru, maka SDM akan tetap ada," katanya di Hotel Gumilang, Minggu (28/1/2018).

Meskipun SDM tetap dibutuhkan, tetapi SDM yang diperlukan ialah mereka yang miliki kompetensi lebih tinggi, sehingga mereka dapat mengoperasikan teknologi tersebut.


"Jadi SDM harus bisa antisipasi teknologi yang berkembang sehingga tidak lagi manual. Karena dengan adanya teknologi ini SDM bukan lagi levelnya sebagai operator tapi suvervisor yang bisa mengendalikan mesin itu," ujarnya seraya mengaku ini bukan hanya tugas pemerintah melainkan tugas bersama. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved