Rabu, 22 April 2026

Ingin Kenalkan Orkestra di Bandung, Robert Nordling Malah Temukan Banyak Hal Baru

Nama Robert Nordling sudah sangat dikenal di orkestra musik dunia. Berbagai konser orkestra di sejumlah negara sudah dilakoninya,

TRIBUN JABAR/PUTRI PUSPITA NILAWATI
Konser Krakatoa Bandung Philharmonic di Hotel Hilton, Sabtu (27/1/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Nama Robert Nordling sudah sangat dikenal di orkestra musik dunia.

Berbagai konser orkestra di sejumlah negara sudah dilakoninya, mulai dari Argentina, Los Angeles, San Fransisco, Inggris dan lainnya.

Kedatangannya di Indonesia saat konser Bandung Philharmonic berjudul Krakatoa, Robert Nordling menjadi seorang konduktor.

Robert mengatakan kedatangannya ke Bandung bersama Michael Hall (professor viola) dan Stacey Garrop (komposer Krakatoa), ingin berbagi soal karya barat kepada Bandung Philharmonic.

Baca: Persib Uji Coba Usai, Gomez Akan Datangkan Pemain Argentina? Ini Player yang Sukses Bersamanya

"Namun, kami malah lebih mendapat sesuatu yang kami pelajari dari Bandung, daripada yang ingin kami bagikan," ujar Robert Nordling saat ditemui di hotel Hilton, Jalan HOS Tjokroaminoto No 41-43, Sabtu malam (27/1/2018).

Di Bandung Philharmonic, Robert juga berperan sebagai Direktur Artistik, Ia mengatakan banyak karya baru dari Indonesia yang dimainkan oleh Bandung Philharmonic.

"Adalah sesuatu yang langka, pemain orkestra harus memainkan karya baru setiap konser. Hal inilah yang dibanggakan dari pemain Bandung Philharmonic," ujar pendiri Bay Music Chamber Symphony Orchestra di San Fransisco.


Saat menjadi konduktor di konser Krakatoa, Robert Nordling tampak begitu memukau memandu pemain orkestra untuk membawakan musik yang ditampilkan.

Gerak tangannya begitu cepat, di ikuti dengan anggukan kepala mengikuti nada-nada yang indah menyejukan telinga.


Ada saat ketika Robert harus berdiam kaku setelah musik orkestra begitu cepat dengan teknik yang sangat sulit berhenti di tengah penampilan.

Setelah berdiam kaku, Robert kembali menggerakan tangannya perlahan dan alunan orkestra kembali tenang dengan teknik yang berbeda.

Penampilan perdana di musim ketiga dari Bandung Philharmonic membawa penonton menuju sebuah pengalaman yang luar biasa. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved