Breaking News:

Demiz Sebut Plt Gubernur Seharusnya Dijabat Pejabat Madya

Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyebutkan bahwa pelaksana tugas (Plt) Gubernur, seharusnya dijabat oleh setingkat . . .

TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, saat diwawancarai usai meresmikan kawasan Kota Tanpa Kumuh di Balai Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Kamis (18/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyebutkan bahwa pelaksana tugas (Plt) Gubernur, seharusnya dijabat oleh setingkat pejabat madya.

Namun Kementerian Dalam Negeri, memiliki wacana mengusulkan dua perwira tinggi Polri yakni Asisten Operasi, Irjen Pol Mochamad Iriawan dan Kadiv Propam, Irjen Pol Martuani Sormin.

Rencananya Iriawan ditunjuk sebagai Plt Gubernur Jawa Barat, sementara Martuani ditunjuk sebagai Plt Gubernur Sumatera Utara.

"Hal ini perlu dipertanyakan karena Undang-undang (UU) Nomor 10 tahun 2016 jelas tertera seharusnya Plt itu dari Kementerian Dalam Negeri, tapi kenapa tiba-tiba dari kepolisian," ujar Demiz saat berkunjung ke Kota Cimahi, Jumat (26/1/2018).

Baca: Heboh 3 Pelajar SMP Aniaya Orang Gila, Korban Masuk Rumah Sakit, Begini Nasib Para Pelaku

Menurutnya, terkait penunjukan Plt Gubernur itu harus berasal dari Kemendagri atau setingkat madya, karena jika dijabat petinggi Polri akan muncul kekhawatiran.

Hal itu kata dia, karena dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah, khususnya di provinsi lebih kompleks ketimbang pemerintahan di kota atau kabupaten.

"Kepolisian kan institusi lain yang bukan di bawah Kemendagri, dan inilah yang perlu dipertanyakan, kenapa tidak sesuai dengan undang-undang ?" katanya.


Menurutnya, dengan adanya bakal calon yang berasal dari institusi kepolisian, saat pilgub Jabar, ada potensi keberpihakan pada gelaran pilgub nanti.

"Kontestan Pilkada ada yang dari polisi juga kan ? dari pada mengundang pertanyaan yang bisa membuat suasana jadi tidak menentu, lebih baik untuk Jawa Barat dan Sumatera Utara, lebih baik dipikirkan kembali atau diganti Plt-nya," kata Demiz. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved