Rumah Tukang Sampah Itu Ambruk Diterjang Angin, Sudah Dicek Pemkot Cimahi tapi Tak Diperbaiki
Hingga saat ini, tembok yang telah ambruk itu hanya dipasangi terpal agar ketika turun hujan, air tidak masuk ke dalam rumah.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Kondisi rumah Umar (70), seorang tukang sampah, di Kampung Melong Nyontrol, RT 01/03, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi tampak mengkhawatirkan.
Rumah dua lantai berukuran 4 m x 5 m ini yang berada di pemukiman padat penduduk itu telah roboh setelah diterjang angin kencang.
Pantauan Tribun Jabar, Kamis (26/1/2018) siang, tampak bagian dalam rumahnya berantakan dan terlihat tidak sedap dipandang mata.
Baca: Dikira Mayat, Pria Dalam Karung Itu Bangun dan Melenggang Santai, Polisi Pun Kaget dan Tertawa Kecut
Bagian yang ambruk itu pada dinding di lantai dua yang hanya dipasangi batako, sehingga debu dan sisa batako yang hancur itu masih bertumpuk di dalam rumah tersebut.
Magelang Diguyur Hujan Es, Dampaknya Lebih Parah dari Hujan Es di Bandung, Kok Bisa? https://t.co/i2acQWjnsq via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 25, 2018
Hingga saat ini, tembok yang telah ambruk itu hanya dipasangi terpal agar ketika turun hujan, air tidak masuk ke dalam rumah.
Onih (58), istri Umar mengaku, hingga saat ini ia tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya karena terkendala biaya.
"Suami hanya seorang tukang sampah, penghasilan perbulan paling Rp 300 ribu, jadi hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah," ujar Onih saat ditemui di kediamannya, Kamis (26/1/2018).
Untuk saat ini ia hanya menunggu bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Cimahi yang beberapa waktu lalu telah melakukan pengecekan kondisi rumahnya.
"Sudah ada dari pihak Pemerintah Kota Cimahi yang datang ke sini, tapi tidak tahu kapan akan diperbaiki," katanya.
5 Fakta Mencengangkan, Istri Jual Suami untuk Layani Threesome dengan Pria Hidung Belang https://t.co/E6eSP9dqCG via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 25, 2018
Atas hal itu, hingga saat ini ia bersama suaminya terpaksa hanya bisa tinggal di lantai bawah walaupun kondisi rumahnya sangat sempit.
Semua barang barangnya untuk sementara dikumpulkan di lantai bawah karena sudah tidak ada tempat yang lain.
"Sekarang hanya bisa tidur disini (di bawah), sebelum BPBD memperbaiki rumah ini, katanya secepatnya akan diperbaiki," ujar Onih.
Namun hingga saat ini ia belum bisa memastikan kapan rumahnya itu akan diperbaiki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah_20180125_130441.jpg)