Rektor ITB Menawarkan Rumus dan Kunci Sukses untuk Normalisasi Sungai Citarum
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi menawarkan beberapa konsep terkait normalisasi Sungai Citarum.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi menawarkan beberapa konsep terkait normalisasi Sungai Citarum yang sedang digenjot oleh Pemerintah Pusat.
"Ada keyword (kata kunci) yang disebut C I S. C itu commitment (komitmen), I adalah involvement (keterlibatan), S ialah support (dukungan)," ujar Kadarsah Suryadi di Ruang Serbaguna ITB, Rabu (24/1/2018).
Menurutnya, adanya komitmen dari pemerintah pusat menjadi langkah awal untuk mengembalikan wajah Sungai Citarum yang sempat mendapatkan julukan sungai terkotor di dunia versi Washington Post.
Komitmen dari Pemerintah Pusat dapat terlihat dari program yang dibentuk sesuai Peraturan Presiden (Perpres) bernama Citarum Harum Bestari.
Hal tersebut menunjukan komitmen pemerintah untuk menata kembali sungai Citarum.
Sejak Bayi Tertukar di Keluarga Muslim dan Hindu, 2 Anak Ini Tolak Balik ke Orangtua Kandung https://t.co/kGRZmxLtmj via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 25, 2018
Selanjutnya adalah involvement yang artinya keterlibatan.
Dalam penataan Sungai Citarum, dibutuhkan keterlibatan dari seluruh stakeholder terkait, baik itu dari pemerintah, akademisi, industri, hingga masyarakat.
Kemudian, penataan citarum tidak ada artinya tanpa ada support atau dukungan dari berbagai elemen, termasuk dukungan dana.
Hal itu karena proses normalisasi Sungai Citarum ini membutuhkan biaya yang sangat besar.
"Selain itu ada B, Behavior (tingkah laku), A, Attitude (sikap), dan C, Culture (budaya)," ujar Karim Suryadi.
Rumah Tukang Sampah Itu Ambruk Diterjang Angin, Sudah Dicek Pemkot Cimahi tapi Tak Diperbaiki https://t.co/SBh7FoHs7h via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 25, 2018
Karim Suryadi mencontohkan soal penerapan aturan memakai sabuk pengaman saat berkendara.
Warga menuruti peraturan tersebut karena takut terkena sangsi yang membuat behavior atau tingkah lakunya menjadi berubah.
Lama kelamaan, orang pun menjadi sadar akan pentingnya sabuk pengaman dan sikapnya (attitude) pun berubah menjadi sebuah kebiasaan atau budaya (culture) sehari-hari.
Contoh di atas juga akan berlaku sama saat para penegak hukum memberikan aturan terkait pelarangan membuang sampah ke sungai.
"Keyword CIS dan BAC ini sangat penting demi keberlangsungan Citarum," ujar Karim Suryadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rektor-itb-prof-kadarsah-dan-wakil-rektor-bid-akademik-dan-kemahasiswaan-bermawi-p-iskandar_20161216_160643.jpg)