Jangan Buang Kasur atau Sofa ke Sungai, Hubungi Saja PD Kebersihan
Selanjutnya, staf dari PD Kebersihan dengan menggunakan mobil pick up atau sejenisnya akan menuju rumah warga dan mengangkut sampah besar.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Banyaknya warga Bandung yang membuang sampah ke sungai membuat Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung menciptakan jasa pengangkutan sampah besar.
"Di lapangan itu banyak kasus yang bagaimana warga Bandung malah membuang sampah besar ke sungai. Itu yang membuat kita berinisiatif untuk menyediakan program menampung sampah sampah besar," ujar Gun Gun Saptari, Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung, Kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Rabu (24/1/2018)
Layanan tersebut dibuat untuk meminimalisir sampah besar yang dibuang ke Sungai.
Saat ini, Pemerintah Kota Bandung berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyukseskan program Citarum Harum.
Baca: Taman Pustaka Bunga di Kota Bandung Ini Ternyata Tak Memiliki Banyak Bunga
Baca: Timnya Sedang Kejepit, Ini yang Akan Dilakukan Winger Persib Bandung Febri Hariyadi
Sungai-sungai di Kota Bandung terhubung dengan Sungai Citarum sehingga limbah yang berada di sungai Kota Bandung, secara otomatis akan membuat Sungai Citarum tercemar.
Salah satu jenis limbah ialah sampah besar seperti kasur, sofa, lemari, dan lain-lain.
"Kita manfaatkan momentum ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai. Ide sampah besar ini terjadi karena sungai-sungai di kota Bandung kerapkali ditemui sampah besar," ujar Gun Gun.
PD Kebersihan membuka layanan pengangkutan sampah besar terhitung mulai 3 hari yang lalu.
Teknisnya, warga hanya tinggal menghubungi PD Kebersihan lewat layanan telepon 0227207889 ataupun via Twitter @pdkebersihanbdg
Selanjutnya, staf dari PD Kebersihan dengan menggunakan mobil pick up atau sejenisnya akan menuju rumah warga dan mengangkut sampah besar.
Bulan ini, pengangkutan masih dapat dilakukan secara gratis. "Tapi setelah satu bulan, kemungkinan harganya berbasis volume. Rp60.000 per meter kubik. Tapi itu kita belum putusin biayanya ya," ujar Gun Gun.(*)
Mengapa Gempa Terus-Menerus 'Menggoyang' Pulau Jawa? Ini Analisa dan Potensi Ancamannya https://t.co/0bqumQCwED via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 24, 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cikapundung_20171030_145627.jpg)