Rabu, 22 April 2026

Harga Beras di Garut Melonjak, Kepala Bidang Karantina Pertanian Ungkap Alasannya

Sejumlah pedagang beras di Kabupaten Garut, masih beranggapan jika bulan Januari ini sebagai musimnya harga beras melonjak tinggi.

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Uum Sumiyati (65) pedagang beras di Pasar Ciawitali, Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, sedang melayani pembeli, Senin (15/1/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Sejumlah pedagang beras di Kabupaten Garut, masih beranggapan jika bulan Januari ini sebagai musimnya harga beras melonjak tinggi.

Belum lama ini, beberapa jenis beras kualitas premium yang semua Rp 11 ribu perkilogram, saat ini menjadi 12 ribu perkilogram.

Beras kualitas premium yang semula seharga Rp 10 ribu perkilogram, hari ini menjadi 11 ribu perkilogram, sedangkan untuk beras kualitas rendah, dari harga Rp 9500, menjadi Rp 11 ribu perkilogram.

Uum (65) pedagang beras di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut, mengatakan, harga beras selalu mengalami kenaikan‎ di bulan Januari.

Baca: Buntut dari Gempa Banten, 105 Rumah di Lebak Rusak

Baca: Selain Performa yang Belum Padu, Ternyata Persib Punya Masalah Lain yang Cukup Krusial

"Harga beras selalu naik, biasanya naik Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu," kata Uum di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut, Selasa (23/1/2018).

Akibat kenaikan harga, kata Uum, ini menyebabkan lesunya penjualan beras, karena banyak pembeli yang mengurungkan niat untuk membeli.

"Jadi sepikalau ada juga yang beli cuma berapa kilogram saja, tidak beli satu karung," katanya.


Kepala Bidang Karantina Pertanian, Banun Harpini, mengatakan, kenaikan ini dikarenakan banyak petani yang merubah pola tanam, sehingga menimbulkan ketidak teraturan.

"Padahal waktu idealnya masa panen ini yakni bulan Januari hingga Maret," katanya.

Selain itu, Banun mengatakan, kejadian ini pun bisa pula diakibatkan karenanya permainan sejumlah oknum, sehingga beras yang ada di pasaran mengalami penurunan jumlah stok.

"Kami hadir untuk mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang kembali," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved