Aher: Gencarkan Penegakan Hukum untuk Normalisasi Sungai Citarum

Aher mengatakan adanya kasus perusahaan yang tidak memiliki ipal bukan hambatan bagi penanganan Sungai Citarum.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Yudha Maulana
ISTIMEWA
Penyidik Direskrimsus Polda Jabar menutup sementara tiga perusahaan di Kabupaten Bandung, karena membuang limbah cair ke saluran air yang bermuara ke Sungai Citarum. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Untuk menangani Sungai Citarum, penegakan hukum gencar dilakukan pihak kepolisian.

Pengakan hukum dilakukan kepada perusahaan yang tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (ipal).

"Kalau punya ipal seharusnya digunakan. Kalau punya ipal tidak digunakan masih mending. Ini ngga punya ipal sama sekali," ujar Aher ketika ditemui di Gedung Pakuan, Selasa (23/1/2018).

Aher mengatakan, sudah ada tiga perusahaan yang disegel oleh Polda Jabar.

Baca: Maria Ozawa alias Miyabi Kesal Diteror Driver Ojek Online, Begini Curhatannya

Baca: Sedapnya Menu Sayapan dengan Balutan Saus yang Beragam di Resto Ini, Kamu Perlu Mencoba!

"Tiga disegel dan sudah diumumkan Kapolda ada penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," kata Aher.

Aher mengatakan adanya kasus perusahaan yang tidak memiliki ipal bukan hambatan bagi penanganan Sungai Citarum.

Hanya saja saat ini, penegakan hukum semakin gebcar dilakukan untuk mendukung normalisasi Sungai Citarum.


Selain penegakan hukum, Aher juga mengatakan edukasi kepada masyarakat pun gencar dilakukan.

Harapannya agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah ke DAS Citarum.

"Termasuk konsolidasi sosial untuk mengubah kultur masyarakat, kan sederhana kalau cathment area sudah normal, maka aliran sungai akan normal debit air merata lagi dari dari Januari sampai Desember," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved