Pemerintah Kota Cimahi Menjamin Warganya yang Membuat Sertifikasi Tanah Tak Dipungut Biaya

Seluruh biaya akan ditanggung Pemerintah Kota Cimahi dan dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Pemerintah Kota Cimahi Menjamin Warganya yang Membuat Sertifikasi Tanah Tak Dipungut Biaya
TRIBUNJABAR.CO.ID/HILMAN KAMALUDIN
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis, di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Baros, Kota Cimahi, Senin (22/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menjamin pembuatan sertifikasi tanah untuk seluruh warga Kota Cimahi tidak akan dipungut biaya alias gratis.

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatana, usai menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada warga Kecamatan Cimahi Tengah di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Baros, Kota Cimahi, Senin (22/1/2018).

Ia mengatakan bahwa seluruh biaya akan ditanggung Pemerintah Kota Cimahi dan dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Diketahui bahwa biaya satu sertifikat tanah itu mencapai Rp 150 ribu.

"Tidak dipungut biaya serupiah pun karena anggarannya menjadi beban Pemkot Cimahi. Total ada 3.000 sertifikat tanah yang akan serahkan bagi 15 kelurahan se-Kota Cimahi. 1.000 sertifikat per kecamatan," ujar Ajay M Priatna.


Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi, total ada sekitar 120 ribu bidang tanah di Cimahi dan tanah yang baru disertifikasi mencapai sekitar 90 ribu bidang tanah.

Ajay mengatakan, pemerintah Kota Cimahi menargetkan 20 ribu bidang tanah akan disertifikasi pada tahun 2018 ini.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala BPN Kota Cimahi, Roni Alex Woruntu mengatakan bahwa untuk mengejar target 20 ribu tanah tersertifikasi di tahun 2018, pihaknya akan menyiapkan lima posko mobile untuk pendaftaran yang sudah dilengkapi peralatan.

"Kita siapkan posko mobile, bersama petugas BPN. Alat dibawa semua ke posko dan pelayanannya online," ujar Roni Alex Woruntu.

Ia mengatakan, posko mobile pendaftaran sertifikasi tanah itu akan beroperasi hingga Agustus 2018.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved