Kurangi Volume Sampah, Menteri LHK: Nanti Ada Cukai Plastik
Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan perusahaan lainnya agar dapat menghasilkan suatu produk dari sampah.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan setiap produsen harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
"Produsen harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan oleh usahanya. Saat ini regulasinya sedang disusun," ujar Siti Nurbaya di Balai Kota Bandung, Minggu (21/1/2018).
Ia menceritakan, tahun lalu, aliansi dunia usaha yang digagas oleh Unilever, Indofood, Nestle, dan Coca-Cola berhimpun untuk mengatasi persoalan sampah yang dihasilkan perusahaan masing-masing.
Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan perusahaan lainnya agar dapat menghasilkan suatu produk dari sampah.
Terjebak 60 Tahun dalam Rongga Pohon, Tubuh Anjing Ini Utuh https://t.co/XSa4st1CMO via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 21, 2018
"Danone telah bekerja sama dengan perusahaan kaos H&M. Mereka sudah join untuk menggunakan botol plastik menjadi bahan kaos," ujar Siti Nurbaya.
"Contoh lainnya, bio plastik botol air mineral bisa menjadi bahan aspal jalan tol walau masih di uji coba," kata Siti Nurbaya.
Menurutnya, pemanfaatan sampah menjadi suatu produk yang berguna dapat mengurangi volume sampah yang dapat merusak lingkungan.
"Nanti juga ada cukai plastik yang akan diterapkan oleh Menteri Keuangan. Jadi kami akan totalitas," ujar Siti Nurbaya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menteri-lingkungan-hidup-dan-kehutanan-siti-nurbaya_20180121_142335.jpg)