Rabu, 13 Mei 2026

Kurangi Volume Sampah, Menteri LHK: Nanti Ada Cukai Plastik

Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan perusahaan lainnya agar dapat menghasilkan suatu produk dari sampah.

Tayang:
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Isal Mawardi
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan setiap produsen harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

"Produsen harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan oleh usahanya. Saat ini regulasinya sedang disusun," ujar Siti Nurbaya di Balai Kota Bandung, Minggu (21/1/2018).

Ia menceritakan, tahun lalu, aliansi dunia usaha yang digagas oleh Unilever, Indofood, Nestle, dan Coca-Cola berhimpun untuk mengatasi persoalan sampah yang dihasilkan perusahaan masing-masing.

Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan perusahaan lainnya agar dapat menghasilkan suatu produk dari sampah.


"Danone telah bekerja sama dengan perusahaan kaos H&M. Mereka sudah join untuk menggunakan botol plastik menjadi bahan kaos," ujar Siti Nurbaya.

"Contoh lainnya, bio plastik botol air mineral bisa menjadi bahan aspal jalan tol walau masih di uji coba," kata Siti Nurbaya.

Menurutnya, pemanfaatan sampah menjadi suatu produk yang berguna dapat mengurangi volume sampah yang dapat merusak lingkungan.

"Nanti juga ada cukai plastik yang akan diterapkan oleh Menteri Keuangan. Jadi kami akan totalitas," ujar Siti Nurbaya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved