DLHK Kota Bandung Ajak TNI dan Persit Kelola Sampah Organik
Data yang disampaikan Dedy ialah, bahwa sekira 63 persen sampah organik diproduksi oleh warga Kota Bandung dalam sehari.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dedy Dharmawan, memaparkan sosialisasi tentang pengolahan sampah di Graha Tirta Jl Lombok Kota Bandung , Minggu (21/1/2018).
Sosialisasi tersebut menekankan pada cara mengelola sampah organik dan sampah anorganik.
"Ini tidak sulit, hanya butuh niat dan jihad saja. Karena untuk mengolah sampah organik ini tidak memerlukan biaya," kata Dedy Dharmawan, Minggu (21/1/2018).
Data yang disampaikan Dedy ialah, bahwa sekira 63 persen sampah organik , diproduksi oleh warga Kota Bandung dalam sehari.
Baca: LIVE STREAMING - PERSIB VS PSMS Pukul 19.30 di INDOSIAR - Duel El Classico
Semua sampah organik tersebut menurutnya bisa diolah secara mudah. Jika sudah diolah, artinya 50 persen Kota Bandung aman dari sampah.
Jika sampah organik mencapai 63 persen, maka selebihnya adalah sampah anorganik yang juga bisa diolah menjadi kerajinan yang bermanfaat.
Beberapa waktu lalu, Dedy menjelaskan, bahwa ada perusahaan yang mengolah singkong menjadi plastik yang dalam tiga bulan terurai di tanah.
Bahkan, saat masih satu bulan, plastik ramah lingkungan tersebut sudah mulai hancur.
Baca: Ajak Anak Renang, Deddy Corbuzier Sebut Harga Tiket Rp 50 Juta, Videonya Justru Bikin Terharu
Pembuatan plastik berbahan singkong tersebut tidak tercampur bahan kimia berbahaya.
Dedy hadir bersama sejumlah rekannya untuk langsung mensosialisasikan pengolahan sampah organik dan anorganik.
Secara langsung, tim DLHK mempraktikkan cara pengolahan sampah organik diahadapan 1000 TNI dan Persit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sekretaris-dinas-lingkungan-hidup-kota-bandung-dedy-dharmawan_20180121_110829.jpg)